Dimana, pasca dinyatakan lockdown masyarakat secara keseluruhan sama sekali tidak diberi bantuan apapun, hanya 5 karung beras itupun untuk 32 orang saja yang sebelumnya telah dinyatakan positif dari hasil swab PCR satu minggu yang lalu.

Lalu bagaimana mana nasib warga lainnya yang sama – sama dicegat untuk meninggalkan desa Pungut Mudik?, Tentu saja hal ini menjadi polemik ditengah masyarakat akibat tumpul nya cara berfikir tim satgas covid-19.

“Kami di larang meninggalkan desa, padahal secuil bantuan sama sekali belum kami terima sejak dinyatakan lockdown 2 hari lalu, padahal kita semua tau kebutuhan harus di beli diluar desa kami, apalagi sangat miris melihat bayi – bayi yang hanya mengandalkan susu formula yang hanya bisa kami beli di sungai penuh, belum lagi kebutuhan pokok di tengah bulan ramadhan, pemerintah harus segera memberi solusi terkait hal ini,” ungkap warga.

Tidak hanya tentang bantuan saja, upaya pencegahan pun terlihat seadanya nya saja, penyemprotan disinfektan hanya di pinggir jalan, dan sampai berita ini di publish ke publik, belum ada pernyataan dari perwakilan tim gugus tugas terkait keresahan yang di alami masyarakat Pungut Mudik.

Sementara itu ditambahkan Sekdes Pungut Hilir, dikonfirmasi mengatakan bahwa untuk di Pungut Hilir dan Tengah, masih dikategorikan aman. "Saat ini belum ada warga Pungut Hilir yang dinyatakan positif. Dan berharap kepada gugus tugas Kabupaten, melakukan disinfektan di desa Pungut Hilir," tegasnya.(adi)


Komentar

Rekomendasi




add images