iklan Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, BOGOR, Limbah infeksius dari warga yang isolasi mandiri (isoman) bisa menjadi sumber penyebaran Covid-19. Karena itu, limbah infeksius harus dikelola dengan baik agar tidak menyebarkan virus kepada warga lainnya.

Limbah infeksius ini berupa masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan, kertas bekas makanan dan minuman, alat suntik bekas, set infus bekas, alat pelindung diri bekas, dan sisa makanan pasien.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat jumlah limbah medis meningkat 30 persen sejak pandemi Covid-19. Warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah diminta untuk mengumpulkan limbah infeksius di tempat yang bisa ditutup rapat atau diikat erat.

Limbah infeksi ini kemudian dibuang secara terpisah dengan sampah lain dan diberi keterangan ‘limbah infeksi’.

Warga isoman juga diminta agar sampah tisue dan sampah maskernya disemprot alkohol 70 persen atau desinfektan dahulu sebelum dibuang ke tempat sampah.

Para petugas pengumpul sampah juga diminta untuk lebih waspada saat mengambil dan mengangkut limbah agar tidak terinfeksi. Warga juga diimbau untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Tak Boleh Dibuang Sembarangan
Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung meminta agar masyarakat hati-hati dengan limbah infeksius. Khususnya terhadap pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Ketua IDI Bandar Lampung, dr Aditya M Biomed, menjelaskan limbah infeksius tidak boleh dibuang sembarangan. Ia menyarankan agar pasien yang sedang isolasi mandiri agar langsung memusnahkan limbah medis yang digunakan. Sehingga tidak membahayakan kesehatan orang lain.

“Karena tidak memiliki alatnya, lebih baik langsung dimusnahkan seperti dibakar dari pada dibuang ke tempat sampah,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Ia juga meminta tim surveilans memberikan edukasi terkait pengelolaan limbah medis. Sehingga, masyarakat khususnya pasien yang sedang isolasi mandiri bisa mengelola dengan baik. “Surveilans tidak hanya mendata, tapi juga memberikan edukasi secara komprehensif,” tandas dr Aditya M Biomed. (pojoksatu)


Sumber: www.jawapos.com

Berita Terkait



add images