iklan Gunung Bawakaraeng.
Gunung Bawakaraeng.

JAMBIUPDATE.CO, MAKASSAR- Korban berjatuhan di Gunung Bawakaraeng rata-rata berusia 15-20 tahun. Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia Sulsel, Natural Thari meyakini mereka pemula dan belum punya bekal.

“Kami para senior harus mengaku, kalau pelatihan tentang kepecintaalaman ini belum tersentuh ke bawah,” kata Natural Thari kepada FAJAR, Kamis, 19 Agustus.

“Di samping itu, masalah sikap yang belum terbentuk, serta solidaritas pendakinya sendiri (Behavior Change) yang harus diasah. Karena ini adalah kejadian berulang pada momen dan tempat yang sama,” tambahnya.

Masalah lain yang perlu diperbincangkan bebernya, penjagaan di pintu masuk. Menurutnya, tiga pintu masuk ke Gunung Bawakaraeng, Tassoso di Sinjai, Bulu Balea, dan Lembbanna harus dijaga ketat. Butuh petuah dari tokoh masyarakat atau penjaga Gunung Bawakaraeng.

“Tata Jabbar pengganti tata Rasyid ini ditemui di Pinus Lembanna. Dia yang kasi petuah biasanya. Tapi pintu lain bagaimana, makanya perlu di pintu masuk lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, kawasan Gunung Bawakaraeng dan Lompobattang masih dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar. Sulit diintervensi pemerintah setempat.


Berita Terkait



add images