JAMBIUPDATE.CO, SENGKANG— Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi pekerjaan serius bagi Dinas Kesehatan (Diskes) Wajo. Jumlah kasusnya dinilai cukup tinggi.
Hal itu diungkapkan langsung Bupati Wajo, Amran Mahmud, di Ruang Pola Bupati Wajo pada kegiatan peluncuran aplikasi “Go Cantik”, beberapa waktu lalu.
Kata dia, berdasarkan data yang tercatat di Diskes Wajo. Kasus DBD cukup terlihat fluktuasi. Dalam keadaan naik turun. Walaupun begitu, tetap harus diantisipasi.
“Dalam tiga tahun terakhir ini mengalami naik turun. 2018 penyakit DBD lebih sedikit hanya 60 kasus. Naik di 2019 sebesar 297 kasus. Turun lagi 124 kasus di tahun 2020. Tahun ini hingga Juli sudah tercatat 115 kasus,” terangnya.
Melihat keadaan kasus penyakit DBD di tahun terakhir tersebut. Amran berharap, aplikasi Go Cantik dapat menekan jumlah kasus penyakit disebabkan infeksi virus dengue yang melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.
“Inovasi Diskes Wajo ini adalah terobosan mencegah atau menanggulangi penyebaran penyakit DBD,” harapnya.
Orang nomor satu di Bumi Lamaddukkelleng itu menyebutkan, penyebaran DBD hampir terjadi semua kecamatan. Hasil penyelidikan epidemiolog, penyebab umumnya adalah penderita terlambat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Makanya Go Cantik ini kami harap bisa mengatasi masalah DBD,” harapnya lagi.
