Ilustrasi.
Ilustrasi. (Michael Steinberg from Pexels)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Harga emas anjlok ke level terendah tiga pekan pada Selasa, terimbas sentimen negatif pencalonan kembali Chairman Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell yang memicu spekulasi kenaikan suku bunga lebih cepat, memperkuat dolar dan imbal hasil US Treasury.

Harga emas di pasar spot turun 0,9 persen menjadi USD1.788,51 per ounce pada pukul 02.13 WIB, demikian menurut laporan  Reuters,  Selasa (23/11/2021) atau Rabu (24/11/2021) dini hari WIB.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup merosot 1,3 persen menjadi USD1.783,8 per ounce.

Terperangkap dalam penurunan emas, perak spot juga merosot 2,8 persen menjadi USD23,49 per ounce, platinum jatuh 4,7 persen menjadi USD964,42 per ounce dan paladium melorot 4,5 persen menjadi USD1.865,68 per ounce.

Harga emas jatuh hampir USD100 sejak mencapai level tertinggi lima bulan di USD1.876,90 per ounce minggu lalu.

Namun, Ross Norman, analis independen, mengatakan “terlalu dini untuk meninggalkan emas.” 

“Inflasi masih terus meningkat, dan ada pembatasan Covid-19 di Eropa sekali lagi,” papar Norman.

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan imbal hasil Treasury menantang status itu karena diterjemahkan ke dalam  opportunity cost  yang lebih tinggi untuk memegang logam kuning.

Hal ini membuat emas mahal bagi pemegang mata uang lainnya, Indeks Dolar (Indeks DXY) relatif stabil, sementara imbal hasil US Treasury menguat.


Komentar

Rekomendasi