JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL - Beberapa waktu lalu Masyarakat Desa Tanjung Tayas, Kecamatan Tungkal Ulu, Tanjung Jabung Barat dihebohkan dengan penemuan mayat yang telah busuk di perkebunan warga, Selasa (4/1) lalu.

Mendapatkan penemuan tersebut dan berdasarkan alat bukti serta saksi yang didapat. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan terduga pelaku pembunuhan.

Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP, Muharman Arta saat dikonfirmasi membenarkan bahwa tim gabungan dari Polda Jambi, Polres Tanjung Jabung Barat dan Polsek Tungkal Ulu berhasil mengamankan terduga pelaku pembunuhan. "Benar tim kami telah mengamankan terduga pelaku, Mali Adi Akbar dan Redi Saputra, keduanya diamankan dirumah tersangka masing-masing," ujar Kapolres, Senin (10/1) kemarin.

Diceritakan Kapolres, dari hasil penyelidikan, diduga mayat yang ditemukan membusuk tersebut merupakan buntut dari tindak pidana pembunuhan. Ternyata benar adanya. Mayat yang ditemukan tersebut diketahui bernama Khairul Faili (20), Warga Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjab Barat.

Khairul Faili menjadi korban pembunuhan yang dilakukan secara keji oleh Mali Adi Akbar dan Redi Saputra di Kebun Sawit di RT 01, Desa Tanjung Tayas, Kecamatan Tungkal Ulu. Keduanya tega membunuh Khairul Faili hanya kerena ingin memiliki handphone korbannya.

Dari hasil interogasi, tersangka mengaku menghabisi nyawa korbannya dengan cara memukul leher korban dari belakang menggunakan kayu secara bergantian. Saat kondisi korban lemas, lalu korban diseret ±10 meter dari TKP awal menuju pondok.

Tak puas menghajar korban hingga pingsan, Mali kembali memukul korban dengan kayu pada bagian wajah dan dada. Setelah yakin korbannya sudah tidak bernyawa, pelaku menggulingkan korban ke bawah sungai dengan posisi Redi memegang tangan korban dan Mali memegang kaki korban.

Lalu kedua pelaku menutupi korban dengan pelepah sawit, potongan seng dan kayu. Pelaku Mali sempat menusuk bagian dada korban untuk menenggelamkan korban agar tidak terlihat. "Kedua pelaku saat ini diamankan di mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut," pungkas Kapolres. (sun).


Komentar

Rekomendasi




add images