iklan Foto dari udara Pertamina Mandalika International Street Circuit, venue MotoGP 2022.
Foto dari udara Pertamina Mandalika International Street Circuit, venue MotoGP 2022. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, MANDALIKA - Pengakhiran siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) akan berlangsung tahun ini. Ada tiga tahapan pengakhiran menurut Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) No.6 tahun 2021 (yang telah direvisi dengan Peraturan Menteri Kominfo No. 11/2021) tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Tahap pertama, 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga sekaligus terakhir 2 November 2022. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widyastuti belum lama ini.

Ada empat daerah di kawasan Provinsi Nusa Tenggara Barat masuk tahap pertama ASO. Salah satunya Kabupaten Lombok Tengah, tempat sirkuit Mandalika berada. Sirkuit yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 12 November 2021 silam, akan menjadi salah satu ajang adu cepat MotoGP musim 2022.

Tiga daerah lainnya yang mengalami penghentian siaran TV analog di NTB pada 30 April 2022 adalah Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, dan Kota Mataram. Masyarakat di kawasan tersebut perlu segera mempersiapkan diri beralih ke siaran TV Digital.

Sekalipun demikian, Niken mengajak masyarakat beralih tanpa menunggu tanggal penjadwalan. Siaran TV Digital sendiri diklaim bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya sudah bisa dinikmati saat ini.

“Publik memperoleh penyiaran yang berkualitas. Bahasa sederhananya, siaran yang diterima masyarakat tidak ada lagi semutnya, dan tidak ada gangguan sinyal meskipun sedang hujan,” kata Niken dikutip dari laman Siaran Digital Kominfo.

Lebih lanjut, Niken menerangkan, manfaat ASO juga dirasakan seluruh Lembaga Penyiaran, baik Lembaga Penyiaran Swasta, Lembaga Penyiaran Publik, maupun Lembaga Penyiaran Komunitas. Salah satu manfaatnya yaitu penghematan penggunaan frekuensi siaran.

Lembaga Penyiaran memiliki peran penting dalam mendorong proses migrasi. Niken mendorong Lembaga Penyiaran terus meningkatkan sosialisasi adanya migrasi program ke siaran TV Digital. “Kalau tidak, bisa kehilangan penonton karena tidak mengetahui siaran atau programnya telah bermigrasi ke TV Digital,” katanya.

Di sisi lain, migrasi ini juga membawa manfaat jauh lebih besar pada masa mendatang. Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kemenkominfo Geryantika Kurnia dalam Talkshow bertema ‘Jawa Timur Siap ASO’ pada September tahun lalu juga memaparkan migrasi adalah langkah penting Indonesia dalam transformasi digital.


Berita Terkait



add images