iklan Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Kendala pengadaan lahan Tol di Jambi harus segera dicari solusi jitunya. Ini agar sesuai dengan target pemerintah pusat lahan tol rampung pada tahun 2022 ini. Agar segera dilakukan pekerjaan fisik pada 2023 dan Jalan Tol Tran Sumatera tersambung pada tahun 2024.

Adapun kendala yang paling krusial saat ini, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman mengatakan, dari Informasi PPK Kementerian PUPR adalah alokasi anggaran pembebasan lahan tol masih diberi tanda bintang.

"Jadi bintang harus dibuka dulu baru anggaran bisa cair. PPK sudah berkirim surat ke Pak gubernur dan prosesnya nanti bapak Gubernur akan menyampaikan ke Menteri PUPR agar anggaran ini segera dibuka bintangnya," ucapnya.

Sudirman menyatakan Jambi diberikan mandat oleh pemerintah pusat melakukan pembebasan lahan hingga tahun 2022. Yang selanjutnya 2023 mulai pembangunan fisik.

"Mudah-mudahan tercapai target ya karena manfaat jalan tol besar bagi kesejahteraan masyarakat kita," ungkapnya.

Ditanyakan alasan pemberian bintang ini, Sudirman tak memastikan apakah karena proses pembayaran yang lama atau tak tuntas pada tahun lalu.

"Biasanya kalau dibintang ini anggarannya dianggap alternatif. Atau dinilai tidak begitu urgent, nanti jika dianggap penting baru dibuka. Ibarat juga biasanya sudah dialokasikan tahun lalu namun tak dihabiskan," katanya.

Masih kata Sudirman, Pemprov sudah melakukan rapat evaluasi tol pada pekan lalu bersama instansi vertikal lainnya.
"Dari rapat itu,Pemprov meminta ada laporan tertulis dari BPN, terkait sejauh mana realisasi pencapaian pembebasan lahan jalan tol," akunya.

Ia mengungkapkan, dalam rapat terakhir ditemukan beberapa hal yang harus diperbaiki. Yakni banyak masyarakat menolak harga tanam tumbuh seperti di ruas Jambi rengat.


Berita Terkait



add images