Rahmat Gusman.
Rahmat Gusman. (Facebook)

 

SEMPAT putus kuliah karena keterbatasan ekonomi dan harus menghidupi kedua adiknya, Rahmat Gusman, Pemuda Kampung Laut, Tanjabtim kini sukses menjadi Youtuber dengan pendapatan ratusan juta dalam setahun.

MAULANA, Tanjab Timur

BUAH kerja keras memang tidak mengkhianati hasil. Dulu hidup dengan ekonomi kebawah, sekarang mampu menghasilkan uang dari menjadi seorang konten creator atau yang biasa disebut Youtuber. Kisah ini datang dari seorang pemuda yang bernama Rahmat Gusman kelahiran Kampung Laut 12 Agustus 1991.

Berawal menonton berita Hotman Paris tentang maraknya Pinjaman Online (Pinjol) dan membuat video konten tentang edukasi, solusi bagi korban Pinjol Ilegal dan investasi bodong, menjadi pundi-pundi rupiah bagi Rahmat.

Rahmat ini, dulunya hanya seorang dengan pekerjaan yang tidak menentu, bahkan pada tahun 2019 lalu Ia pernah bekerja sebagai Staf Puskesmas di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjabtim selama satu tahun dan dengan gaji yang minim. Harus menghidupi kedua adiknya sejak ditinggal orang tuanya pada tahun 2009 silam, bukan lah mudah. 

"Dulu saya bekerja sebagai staf Puskesmas di Mendahara sekaligus membantu semua keperluan Puskesmas. Gaji waktu itu Rp. 600 ribu per bulan yang diterima setiap tiga bulan sekali, dan tentu itu tidak mencukupi," kata pria yang memiliki perawakan yang cukup menawan ini.

Rahmat harus berjuang dengan mengerjakan apa saja asal dapat menghasilkan uang. Bahkan Ia pernah bekerja sebagai buruh bangunan. Selain itu, Ia juga pernah putus kuliah di salah satu universitas di Jambi karena keterbatasan biaya, padahal Ia mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Daerah pada saat itu. 

"Karena pengeluaran beasiswa itu tidak tetap ada hingga 6 bulan baru keluar, sehingga saya tidak mampu untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan tidak bisa menyelesaikan studi. Sementara saya tidak bekerja pada waktu itu," ceritanya.

Putra sulung dari pasangan Almarhum Abdul Latif dan Almarhumah Yusnidar ini, memang sudah berniat ingin menjadi seorang Youtuber dan menghasilkan uang sendiri sejak masih duduk di bangku perkuliahan pada tahun 2011 silam. Namun, pada tahun 2019 lalu baru lah keinginannya bisa terwujud.

Pada tahun 2017 sebelumnya, Rahmat sudah pernah membuat video dengan tema islami berupa narasi. Akan tetapi karena tidak berkembang, akhirnya konten itu vakum dan tidak dilanjutkannya. Namun kesempatan untuk membuat video itu kembali datang saat Ia baru bekerja selama dua bula sebagai administrasi di klinik yayasan kesejahteraan pensiunan dan Pegawai Bank 9 Jambi.


Komentar

Rekomendasi




add images