JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA - Harga minyak dunia menguat pada penutupan perdagangan Kamis 28 April 2022 atau Jumat 29 April 2022 pagi waktu Jakarta.
Penguatan harga minyak ini ditenggarai, bahwa Jerman tidak lagi menentang embargo minyak Rusia.
Dengan langkah Jerman setuju untuk ikut masuk dalam langkah embargo minyak Rusia, maka diperkirakan pasokan di dunia akan semakin ketat.
Perwakilan Jerman untuk Uni Eropa mengatakan bahwa Jerman tidak lagi keberatan dengan embargo penuh akan minyak dari Rusia.
Mengutip Antara, Jumat, 29 April 2022, minyak mentah berjangka Brent, patokan global yang diperdagangkan di London untuk pengiriman Juni terangkat sebanyak USD2,27 atau 2,2 persen, menjadi USD107,59 per barel.
Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate atau WTI, patokan yang diperdagangkan di New York untuk pengiriman Juni ditutup bertambah sebanyak USD3,34 atau 3,3 persen, menjadi USD105,36 per barel.
Pedagang bereaksi terhadap laporan media tentang komentar dari Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck, yang mengatakan ekonomi terbesar Uni Eropa dapat mengatasi embargo Uni Eropa pada impor minyak Rusia dan Jerman berharap untuk menemukan cara menggantikan minyak Rusia dengan pasokan lain.
Jerman sangat bergantung pada impor energi Rusia dan telah menentang larangan penuh. Sebelum perang di Ukraina, minyak Rusia menyumbang sekitar sepertiga dari pasokan Jerman.
Sebulan yang lalu, Habeck mengatakan negara itu telah mengurangi ketergantungannya pada minyak Rusia hingga 25 persen dari impor.
"Akibatnya, minyak dari dunia bebas akan menjadi lebih mahal, dan minyak Tirai Besi akan jatuh lebih jauh nilainya dan diskon lebih besar," kata Mitra Again Capital LLC John Kilduff, di New York. (*)
Sumber: Disway.id
