iklan

WARGA Desa Koto Tuo Ujung Pasir dan Desa Ujung Pasir Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, memiliki tradisi unik bernuansa Islami yang masih dipertahankan sejak puluhan tahun. Tradisi itu yakni Hari Raya Puasa 6 Syawal atau yang disebut warga setempat 'Ahi Rayo Enam'.

HENDRI DEDE PUTRA, Kerinci

TRADISI ini hanya dilakukan di bulan Syawal setiap tahun setelah lebaran Idul Fitri. Disebut dengan Enam karena sebelum itu sebagian masyarakat menjalankan puasa sunnah Syawal selama enam hari berturut-turut usai lebaran Idul Fitri.

Bagi warga Desa Ujung Pasir, tradisi ini lebih meriah dan ramai dari lebaran pertama Idul Fitri. Karena semua sanak keluarga yang dari jauh datang berkumpul. Hingga banyak yang melakukan kenduri (syukuran) pada Hari Raya 6 ini. Selain itu dalam Hari Raya Puasa 6 Ini juga dilakukan serangkaian kegiatan, mulai dari salat tasbih di Masjid hingga dilakukan ratib saman atau ratib tegak.

Seperti pada Rabu kemarin (11/05/2022), ratusan bahkan seribuan orang secara ramai-ramai ziarah ke makam keluarga yang telah meninggal di Desa Ujung Pasir. Hingga menziarahi makam yang dianggap Keramat, yakni makam nenek Sku Barajo.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Ujung Pasir Syahrudin MPd dalam penyampaian hajat pada Hari Raya Puasa 6 mengatakan, tradisi Raya Ziarah Kubur sudah berlangsung lama. Dari waktu ke waktu pada setiap tahunnya selalu dilakukan, tepatnya setelah lebaran berjarak lebih dari seminggu.

Tidak hanya berziarah, tradisi di kuburan ini juga menjadi ajang silaturahmi. Warga yang merantau maupun yang menikah diluar kampung dan jarang bertemu setiap tahun, di sinilah bertemu dan saling berjabat tangan.

Dalam arahannya, Syahrudin juga mengingatkan jamaah ziarah bahwa kegiatan ini juga sebagai pengingat kematian. Bisa saja orang yang dulunya ikut rombongan ziarah sudah tidak ada lagi atau sudah menjadi yang diziarahi.

"Disinilah tempat terakhir kita semuanya nanti. Berdoalah bagi keluarga yang sudah mendahului kita, entah kapan waktunya nanti giliran kita yang akan diziarahi," katanya.

Setelah ziarah di TPU, ratusan warga juga menziarahi kuburan nenek Sku Barajo yang berada di pinggir Danau Kerinci dengan berjalan kaki. Berjarak sekitar 1,5 KM dari TPU. Menurut cerita tokoh masyarakat, makam Sku Barajo merupakan nama nenek moyang warga desa Koto Tuo Ujung Pasir dan desa Ujung Pasir. Sebelum ada desa tersebut, di zaman penjajahan Belanda, Sku Barajo lah orang yang pertama tinggal menetap hingga meninggal di Ujung Pasir.

Konon lagi menurut warga, Sku Barajo dianggap makam Keramat. Hingga warga kerap bernazar menyembelih ayam di atas kuburan bila hajatnya tercapai. "Maka setiap tahun semua warga ujung Pasir ziarah ke makam beliau, membaca yasin, doa dan tahlil di atas makam Sku Barajo, " kata Nazaher tokoh masyarakat.

Warga pun berharap dan berdoa semoga dengan melakukan ziarah ke makam Sku Barajo tersebut atas izin Allah SWT bisa mendatangkan keberkahan bagi masyarakat desa setempat.

Hingga saat ini Hari Raya Puasa 6 dan serangkaian kegiatannya merupakan tradisi yang terus dilakukan warga dua desa tersebut setiap tahunnya.

Di Kabupaten Kerinci tradisi Hari Raya Puasa 6 Syawal, selain di desa Ujung Pasir dn Koto Tuo, juga dilakukan di desa Bunga Tanjung dan desa Kayu Aro Ambai. Meski sedikit ada perbedaan tatacara dan hari pelaksanaannya. (*)


Berita Terkait