JAMBIUPDATE.CO, BEKASI– Masih merebaknya Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) di lingkungan hewan ternak masih menjadi fokus utama antisipasi penyebaran di Kota Bekasi, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Bekasi secara umum semakin memperketat hewan sapi yang akan dilakukan proses pemotongan.

Meskipun penyakit ini tidak menuluar kepada manusia, Kepala UPTD RPH Kota Bekasi M Barkah tetap menyampaikan kepada masyarakat Kota Bekasi untuk turut serta mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terutama dari segi saat akan mengkonsumsi daging sapi ataupun kambing potong harus memperhatikan bagaimana cara memasaknya.

“Dianjurkan kepada masyarakat harus masak daging sampai dengan tingkat kematenganya benar benar sempurna, jadi jangan setengah setengah mateng begitu,” ucap M Barkah kepada Fin.co.id Jumat 13 Mei 2022.

Tidak hanya itu M Barkah juga menganjurkan kepada warga Kota Bekasi untuk tidak memasak daging sapi dan kambing dengan cara di sate, dikarenakan jika memasak dengan cara tersebut tingkat kematangan daging tidak merata dan kemungkinan hanya matang di bagian luar daging saja tidak sampai dengan dalam daging.

“Kalo bisa sih masak daging jangan di sate, ya walaupun emang bener sih masak daging sapi ataupun kambing di sate itu enak tapi ya itu tingkat kematengan kita gak meyakinkan karena bisa jadi hanya mateng di bagian luar saja,” ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah 11 Mei 2022 lalu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi Wadi Rimal juga menyampaikan kepada masyarakat untuk memperhatikan beberapa bagian organ dalam sapi untuk tidak di konsumsi.

“Terkait penyakit PMK ada hal yang perlu diperhatikan, terutama jangan memakan bagian kepala dan jeroan hewan yang disinyalir menjadi pemicu penyakit PMK,” ucap Wadi Rimal saat dikonfirmasi, Rabu 11 Mei 2022 lalu.

Wadi Rimal juga memastikan bahwa saat ini masih belum adanya terdeteksi wabah Penyakit Mulut Dan Kuku di Kota Bekasi, meski begitu pihaknya memastikan tetap terus melakukan pemantauan dengan ketat terutama pada hewan ternak di Kota Bekasi. (*)


Sumber: www.fin.co.id

Komentar




add images