JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA-- Kementerian Pertanian (Kementan) RI memberikan penghargaan Kinerja Pemerintah Daerah kepada provinsi dengan produksi padi tertinggi tingkat nasional (Januari-Desember 2021).

Penghargaan diberikan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakuran dan Penyerahan Penghargaan Pertanian 2022 di Lapangan Upacara, Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Minggu 14 Agustus 2022.

5 daerah penghasil padi tertinggi di Indonesia yaitu Provinsi Jatim di urutan pertama dengan produksi padi 9.789.588 ton.

Kedua, Provinsi Jateng dengan produksi padi sebanyak 9.618.657 ton.

Ketiga, Provinsi Jabar 9.113.573 ton.

Keempat, Provinsi Sulawesi Selatan dengan 5.090.673 ton. 

Kelima, Provinsi Sumatera Selatan memproduksi sebanyak 2.552.443 ton.

Data tersebut sesuai pada Januari-Desember 2021 berdasarkan data KSA BPS.

Selain memberikan Penghargaan Kinerja Pemerintah Daerah pada Produktivitas Padi Tahun 2021 Tingkat Provinsi, Tasyakuran dan Penyerahan Penghargaan Pertanian Tahun 2022 itu juga meliputi kategori lainnya yakni Penghargaan Kinerja Pemerintah Daerah pada Komoditas Padi Tahun 2021 Tingkat Kabupaten, Penghargaan Kinerja Provinsi Menuju Nol Kasus Penyakit Mulut dan Kuku, dan lainnya.

Dalam sambutannya Mentan Syahrul Yasin Limpo sangat mengapresiasi kinerja jajaran Kementan, Gubernur, Bupati dan para petani atas capaian ini.

Karena kontribusi dari berbagai daerah ikut berperan dalam upaya Pemerintah Pusat menekan impor beras sejak 2019-2021, sehingga mendorong negara ini mendapatkan penghargaan yang luar biasa.

"Ini bukan hari biasa, karena hari ini kita berhasil mengulang kejayaan bangsa 36 tahun lalu. Hari ini International Rice Research Institute (IRRI) memberikan Penghargaan kepada Presiden Joko Widodo karena berhasil melakukan swasembada beras. Ini juga berkat kerja keras Jajaran Pertanian, Gubernur/Bupati dan para petani," jelasnya

Menurut Syahrul penghargaan ini bukan abal-abal namun sangat prestisius karena lembaga IRRI yang menjustifikasi langsung bahwa ketahanan pangan Indonesia adalah ketahanan pangan terbaik di dunia. Namun keberhasilan ini menurutnya tak boleh membuat semua yang terlibat cepat berpuas diri.

"Penghargaan ini mencambuk kita untuk tidak bangga dan tidak puas. Jangan kebanggaan kota hanya sampai disini tapi harus dipertahankan, dikonsepsikan dan programkan agar terstimulasi m3njadi tantangan sehingga anak cucu kita bisa ikut merasakan hasilnya," katanya. (*)


Sumber: Disway.id

Komentar




add images