iklan Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Irjen Ferdy Sambo.
Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Irjen Ferdy Sambo. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA - Kasus pembunuhan Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan Irjen Ferdy Sambo sebagai aktor utama terus menjadi sorotan publik.

Hingga satu bulan lebih sejak peristiwa berdarah itu terjadi, nama Sambo konsisten berada di posisi teratas trending topic Twitter tanah air.

Buntut dari kematian sang ajudan, fakta demi fakta terus terungkap. Sambo akhirnya dinonaktifkan dan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam).

Pada 9 Agustus 2022 atau satu bulan sejak Brigadir J tewas, Sambo resmi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana. Temuan timsus juga membantah klaim-klaim awal yang pernah disampaikan kepolisian.

Tak ada fakta yang menunjukkan terjadi tembak menembak. Yang benar adalah Yosua tewas ditembak Eliezer atas perintah Sambo. Jenderal polisi bintang dua itu juga disebut menembak ke tembok berulang kali dengan senjata Yosua agar menimbulkan kesan telah terjadi baku tembak.

Transpersonal dan Konsultan Nama, Ni Kadek Hellen, S. Psi, M. Ed, coba menganalisis nama Ferdy Sambo.

Apakah ada kaitan perjalanan hidup seseorang dengan nama yang disandangnya? Sebuah jalan kehidupan yang terlihat begitu mulus ternyata ada hal buruk yang kemudian terjadi di dalamnya?

Menurut Heleni, panggilan akrab sang konsultan nama, setiap orang yang terlahir di dunia, tentu saja telah tersematkan nama untuknya. Namun tidak semua memahami bahwa nama mengandung kekuatan spiritual yang berkaitan erat dengan nasib si pemilik nama itu sendiri.

"Dari sebuah nama dapat diketahui kesehatan, kepribadian, tingkat emosi, dan pengalaman atau tantangan hidup seseorang. Juga dapat diketahui berbagai life events yang memiliki dampak utama bagi kehidupan seseorang," jelas Heleni melalui keterangan tertulisnya, Selasa (16/8/2022).


Berita Terkait