JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masing-masing kepala daerah dengan inflasi tertinggi untuk mencermati secara detil penyebabnya sehingga tingkat inflasi dapat turun hingga ke level 5 persen. Presiden Jokowi menyebutkan provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi yakni Jambi berada di 8,55 persen.

Menanggapi itu, Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi Johansyah membenarkan angka inflasi tersebut. Dari data yang diberikan Johansyah terlihat Inflasi 8,55 Persen ini berdasarkan perhitungan dari bulan Juli 2022 dibandingkan dengan Juli tahun 2021. “Inflasinya berdasarkan dari perbandingan tahun ke tahun,” sampainya.

"Untuk sumbangan terbesar Inflasi dari perhitungan tahun ke tahun pada bulan Juli ini menurut kelompok pengeluaran disumbangkan makanan, minuman dan tembakau sebesar 18,94 persen. Lalu transportasi 8,90 persen," kata Johansyah yang juga menjabat Pelaksana Harian Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi ini.

Untuk sumbangan komoditas yang dominan terhadap inflasi pada Juli 2022 dibandingkan bulan sebelumnya, secara gabungan di dua daerah tersebut Cabai Merah merupakan yang paling tinggi yakni 1,06 persen. "Kemudian Bahan Bakar Rumah Tangga memiliki andil 0,11 persen. lalu Bawang Merah 0,14 persen serta cabai Rawit 0,06 persen," terangnya. (aan)


Komentar

Rekomendasi




add images