JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Ratusan massa yang menamakan diri Mahasiswa Merah tumpah di pintu gerbang utama Universitas Jambi di Mendalo, Kamis (22/9) pukul 17.00 WIB. Mereka menggelar aksi solidaritas untuk korban kecelakaan lalu lintas ulah angkutan Batu Bara di sepanjang Kawasan kampus – Simpang Rimbo.

Raut muka sedih dan tangisan mahasiswa dibalut dengan setelan baju hitam. Muda-mudi kompak hanyut dalam perasaan duka mengenang civitas kampus yang tewas akibat lindasan roda ataupun kerasnya besi mobil truk Batu Bara.

Aksi diawali dengan aksi tabur bunga. Terdapat 6 foto mahasiswa Unja dan UIN yang terpampang di lokasi yang tepatnya berada di patung angsa kampus Unja itu. Ditambah 1 poto Dosen Unja juga harus jadi korban jiwa sekitar sebulan lalu. Ketujuh korban ini meregang nyawa pada 2020 hingga 2022.

Perwakilan Mahasiswa Merah Fikri Haikal menyatakan massa membawa 3 tuntutan. Pertama, menuntut segala ketidakpedulian pemerintah kepada musibah yang telah mengorbankan nyawa mahasiswa dan masyarakat umum.

Lalu tuntutan kedua, mahasiswa menganggap pemerintah abai atas permasalahan, kesulitan dan derita yang dialami rakyat selama ini.
“Serta ketiga mendesak kepada pemerintah Provinsi Jambi untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat di jalan raya untuk mewujudkan rasa aman dan adil kepada seluruh pengguna jalan raya lintas Jambi-Muaro Bulian khususnya,” ucapnya.

Tak hanya itu, mahasiswa juga berharap agar pelaku tabrak lari dosen Unja segera ditangkap. "Bang Imam Syaf'ii (dosen) ini senior kami, 1 bulan lalu jadi korban tabrak lari badannya terbelah.
Kami minta pihak yang berwenang agar pelaku segera ditangkap. Kami akan diam, perlawanan Mendalo belum mati," ucapnya. (aan)


Komentar

Rekomendasi




add images