iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Ruas jalan Muara Bulian-Muara Tembesi, terutama di Kelurahan Sridadi, ternyata masih banyak ditemukan lubang-lubang yang menjadi salah satu pemicu terjadinya kemacetan.

Ini dibenarkan oleh Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) 1 BPJN Wilayah Jambi Azwar Edie. “Sekarang kami belum bisa menjawab pertanyaan Dirlantas berapa lama harinya lubang besar ini ditutup yang hubungannya nanti dengan penghentian operasi batu bara. Karena kami hitung jumlah titik besar yang harus ditangani,” ucapnya.

BPJN melakukan pendataan titik kritis yang menjadi penyebab kemacetan. Ia mengakui ada banyak lubang, namun pihaknya fokus kepada lubang besar penyebab kemacetan.

“(Lubang besar) ini yang menjadi prioritas penyelesaiannya dalam beberapa hari ini. Kami sekarang mendata dulu berapa titik krusial yang harus diselesaikan sebagai penyebab kemacetan,” ucapnya.

Untuk jumlah lubang besar sementara, Edi mengakui seperti di Sridadi ada setidaknya 3 lubang. Lalu ke arah Tembesi ada beberapa titik yang besar.
Saat ini penanganan sudah dilakukan dengan sifat penanganan sementara.

“Kita timbun dengan agregat a, karena banyak sekali lubang yang ditutup sambil menunggu penanganan permanen kita tutup lubang besar,” akunya.

“Penanganan sementara ditutup agregat agar lalu lintas lancar. Sambil setelah itu jika sudah siap penanganan permanen akan ditutup aspal,” tegasnya.
Apalagi, lanjut Dia, dengan kondisi hujan beberapa hari ini menyebabkan percepatan tingkat kerusakan.
“Yang ditimbun agregat cepat sekali rusaknya jika belum ditimbun aspal,” sebutnya.

Dari segi rekanan kontraktor, Edi tak memungkiri penyedia jasa cenderung slow respon.
“Rekanan responnya agak kurang tanggap, untuk ruas ini termasuk kontrak Simpang Mendalo- Batas Tebo,” ucapnya. (aba)


Berita Terkait



add images