Rahman Usman (baju biru) bersama rekannya di salah satu acara.
Rahman Usman (baju biru) bersama rekannya di salah satu acara.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Provinsi Jambi berpeluang menjadi primadona ekonomi di Indonesia. Jika melihat dari segi geografis sangat berdekatan dengan pusat ekonomi dunia di pelabuhan internasional Singapura.

Hal inilah yang dilihat oleh Rahman Usman selaku Ketua Batam Tourism Board. Rahman yang juga warga Jambi ini, melihat begitu besarnya peluang Jambi berkembang kedepannya.

Dari pengamatan dan pengalamannya, hal awal yang harus dilakukan Jambi adalah membuka peluang menciptakan Kawasan Industri (KI) yang dikelola oleh investor swasta.

Menurutnya, lokasi yang paling cocok dijadikan KI adalah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Pasalnya jarak lokasi tersebut dengan Pelabuhan International Singapore hanya 112 Mile Laut.

"Jika Kawasan Industri sudah ada dan investor sudah masuk di kawasan industri tersebut, maka untuk masalah Pelabuhan akan ada Investor yg berminat untuk bangun pelabuhan baik asing seperti PSA (Port Singapore Authority) dan dari Domestik seperti BUMN dan Swasta, baik dlm bentuk KSO (kerjasama operasi, BOT (Build Operation Transper), dan dari investor dr Hongkong," sebut Rahman.

Lanjut  Rahman, lokasi 2 kabupaten tersebut berpotensi karena dwelling timenya (waktu dan biaya) sangat efisien menuju Pelabuhan Singapore dibanding dari Talang Duku Muaro Jambi.

"Serta lokasi Tanjabbar dan Tanjabtim posisinya berada didepan lalulintas tersibuk di Dunia yaitu Selat Melaka dan Selat Singapura," jelasnya.

Ia mengatakan jika kawasan Industri sudah dibangun maka berbagai investor akan masuk utk mengelola hasil perkebunan seperti CPO, Karet, Kopi, Teh, Kulit Manis, Pinang, bahkan mengirim hasil tambang Batu Bara dan tambang lainnya.

"Sehingga ekonomi Jambi terpacu, tenaga kerja terserap dan berbagai bisnis masyarakat muncul, sehingga PAD Jbi meningkat, pengangguran berkurang," akunya.

Ia juga berpandangan agar semua stakeholder seperti Kadin, HIPMI serta APINDO hrs diajak duduk bersama Gubernur utk diskusi ttg Kawasan Industri.

"Gubernur harus pro aktif dan sll duduk ngopi sore dg para Pengusaha termasuk pengusaha keturunan. Investor inginnya dg Businis to Businis (B to B)," ucapnya.

Ia memaparkan seluruh kawasan industri di Batam merupakan  milik swasta alias tidak satupun milik pemerintah.

"Oleh karena itu BUMD harus dibentuk, krmudian BUMD Jambi berkerjasama dengan pihak swasta utk bangun kawasan industri," ucapnya.

"Jambi juga bisa bikin kawasan Industri, bola di tangan Pemprop Jambi dan Kadin dan dunia usaha. Harus diingat bahwa bisnisman hanya ingin B to B, pemerintah hanya sebagai Regulator," katanya.

Untuk sementara merealisasikan mimpi ini bisa menggunakan Pelabuhan Sabak di Tanjabtim "Jadi pelabuhan Sabak/jabung nantinya sebagai hubungan untuk pelabuhan International Singapura 70 persen barang dari Indonesia ke berbagai negara tujuan via Pelabuhan Singapura, demikian juga barang inmport ke Indonesia 70 persen via Singapura," pungkasnya.

(aba)


Komentar




add images