Kenduri Sko, lanjut dia, juga sebagai warisan budaya dalam kearifan lokal, yang tentunya memiliki nilai-nilai, baik itu nilai keagamaan, kemanusiaan, serta nilai sosial kemasyarakatan.
“Saya yakin, dengan melestarikan adat dan budaya sebagai kearifan lokal ini, mampu menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkarakter, beriman, dan berilmu untuk mewujudkan salah satu tujuan pembangunan,” jelasnya.
Walikota Sungaipenuh, Ahmadi Zubir, juga ikut mengapresiasi acara sakral adat tersebut. Dalam sambutannya, dia mengajak kepada masyarakat untuk terus melestarikan adat dan budaya yang turun temurun ini. (hdp)
