iklan
Selain itu, angka Air Tak Berekening (ATR)/Non Revenue Water (NRW) juga salah satu indikator yang memengaruhi kinerja dan layanan PDAM/BUMD Air Minum.

"Ada kualitas meter air pelanggan yang digunakan masih kelas B, masih tingginya ilegal connection, kemudian pembacaan Meter air pelanggan masih manual," jelasnya.

Untuk mengatasi permasalahan itu pihak manajemen telah menghitung biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk mengurangi atau memperbaiki permasalahan tersebut. Pihak manajemen telah menghitung biaya untuk bangunan intake, instalasi pengolahan air (IPA), bangunan Booster Pump, perpompaan, jaringan transmisi dan distribusi, serta ATR dan NRW totalnya Rp 540,9 miliar. Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun menjelaskan, beberapa persoalan yang ada di Perundam Tirta Mayang.

"Permasalahan yang ada mulai dari permasalahan jaringan, masalah intake dan anggaran yang dibutuhkan tadi sudah kita bahas," katanya.

Dalam rencana investasinya, Perumdam Tirta Mayang membutuhkan anggaran sekitar Rp 540,9 miliar selama 5 tahun ke depan.

"Berapa dan apa yang telah dibahas tadi telah diserahkan kepada Komisi II untuk selanjutnya akan dibahas lebih lanjut. Ini menjadi pedoman kami untuk pelayanan air minum ke depan itu seperti apa, dan berapa biaya yang dibutuhkan untuk mencapai target itu," katanya.Yang paling krusial kata Junedi, itu masalah jaringan yang lama-lama atau sudah berusia puluhan tahun. Persoalan itu harus dibereskan. Selain itu juga ada persoalan intake seper' Intake Sijenjang yang kapasitasnya 300 liter per detik, hanya mampu beroperasi 160 liter per detik.


Berita Terkait



add images