iklan
"Kami minta semua dimaksimalkan, baik intake maupun IPA. Sehingga pelayanan air minum ke depan menjadi lebih baik daripada saat ini. Target produksi 2.000 liter per detik bisa tercapai, sekarang kan baru di posisi 1.400 liter per detik. Karena perumahan-perumahan yang berkembang di kota Jambi ini sangat pesat. Termasuk juga kita dorong untuk pembelian- pembelian lahan yang bisa digunakan untuk pengembangan bisnis PDAM ke depan," jelasnya.

Junedi mengingatkan, agar pemerintah kota Jambi menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi, pihak balai (BWSS), dan juga pemerintah pusat. Sehingga pelayanan air minum kedepan bisa dimaksimalkan.

"Karena kan kita tidak bisa mengandalkan biaya dari Tirta Mayang, dia tidak akan mampu. Makanya harus ada kolaborasi dengan provinsi dan pusat," pungkasnya. (hfz)


Berita Terkait



add images