iklan
Lingkup kegiatan pembangunan TPA Talang Gulo meliputi pembangunan landfill area seluas 5,2 Ha atau 620.000 m3, tempat pengelolaan air lindi kapasitas 250 m3/hari, tempat pemilahan sampah kapasitas 35 ton/ hari dan pembangunan tempat pengelolaan kompos kapasitas 15 ton/hari, serta pembangunan fasilitas penunjang.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengungkapkan rasa terima kasih kepada Ditjen Cipta Karya atas bantuan pembangunan TPA Talang Gulo. Dengan selesainya pembangunan TPA Talang Gulo, Pemerintah Kota Jambi sudah bisa mengolah hasil sampah yang ada, seperti sampah organik untuk dijadikan pupuk kelapa sawit.

"Kami berkomitmen akan menjaga aset ini, menggunakan dan memanfaatkan semaksimal mungkin, serta menganggarkan dana untuk operasional dan pemeliharaan aset. Aset ini merupakan aset yang sangat berharga dan menjadi kebanggaan, jadi mohon dijaga. Semoga Kota Jambi bisa menjadi pilot project untuk kota-kota di Indonesia," tutup Fasha.

Emission Reduction in Cities (ERiC) Programme Solid Waste Management dengan sistem Sanitary Landfill, merupakan sistem pengolahan sampah ramah lingkungan milik Kota Jambi yang saat berlokasi di kawasan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah Talang Gulo, Kecamatan Kotabaru. Saat ini TPA modern di Indonesia tersebut telah beroperasi memproses sampah yang ada di Kota Jambi.

Proyek pembangunan TPA tersebut merupakan bantuan Pemerintah Jerman melalui German Federal Government (KfW/Kreditanstalt für Wiederaufbau), Bank Pembangunan Jerman tersebut, bernilai 14,2 juta Euro (ekuivalen 225 Milyar Rupiah), diproyeksikan akan beroperasi melayani pengolahan sampah di Kota Jambi selama 90 tahun, dengan konsep "go green" ramah lingkungan.


Berita Terkait



add images