”Kegiatan ini memanfaatkan dana insentif fiskal yang didapatkan pada triwulan kedua lalu sebesar Rp 9,2 miliar, yang kaitannya dengan pengendalian inflasi. Dan kita di 11 kecamatan itu, ada empat macam pelatihan yang berbeda-beda, mulai dari Tata Kecantikan, Pelatihan Las, Service Motor, dan Menjahit,” ungkapnya.
Bachril berharap, kedepannya bagi para peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dapat membuka lapangan pekerjaan secara mandiri sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi baik bagi diri sendiri maupun untuk kebutuhan keluarga.
” Mereka juga bisa memberikan pelajaran kepada orang yang lain sehingga bisa memberikan kemampuan bagi orang sesuai dengan bidang yang diikuti dalam pelatihan ini. Seperti kecantikan, mau melatih orang lain yang tidak ikut dalam kegiatan ini, yang bisa menjadi ahli kecantikan dan bisa mendapatkan pendapatan sehingga pengangguran bisa berkurang,” pungkasnya. (hnd)
