iklan Presiden Iran Ebrahim Raisi
Presiden Iran Ebrahim Raisi

JAMBIUPDATE.CO,- Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan serangan udara yang diluncurkan Iran kepada Israel merupakan pertahanan diri yang sah sebagai tanggapan atas tindakan agresif Israel. Ebrahim juga mengeluarkan pernyataan yang memuji “orang-orang pemberani” dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang memberikan pelajaran kepada rezim Zionis.

Iran melepaskan rentetan rudal dan drone ke Israel sebagai pembalasan atas dugaan serangan Israel terhadap konsulatnya di Damaskus yang menewaskan 13 orang. Di antara mereka yang tewas termasuk Jenderal Mohammad Reza Zahedi, komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Suriah dan Lebanon, dan wakilnya Hadi Haj Rahemi.

Dilansir dari Al Jazeera, Kepala Juru Bicara Militer Israel Daniel Hagari mengatakan serangan Iran melibatkan lebih dari 120 rudal balistik, 170 drone, dan lebih dari 30 rudal jelajah. Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangan Israel di Gaza yang menewaskan lebih dari 33.300 warga Palestina dan memicu reaksi marah Iran.

Profil Ebrahim Raisi

Y.M. Seyyed Ebrahim Raisi atau lebih dikenal sebagai Ebrahim Raisi merupakan seorang politikus konservatif dan prinsipil Iran serta ahli hukum Islam. Ia lahir dan besar dari keluarga ulama. Ayahnya bernama Seyed Haji Rais Al-Sadati dan Seyedeh Esmat Khodadad Hosseni. Laki-laki kelahiran 14 Desember 1960 ini pernah menghadiri Seminar Qom dan mendapatkan gelar PhD dalam bidang hukum.


Ebrahim pernah tercatat sebagai anggota Partai Republik Islam sampai 1987. Saat ini Ebrahim merupakan anggota dari Combatant Clergy Association. Pada Februari 2017, Ebrahim Raisi diusung sebagai calon presiden oleh Popular Front of Islamic Revolution Forces (JAMNA). Kemudian, pada April 2017, Ebrahim Raisi mengumumkan secara resmi pencalonannya sebagai calon presiden Iran.

Sebelum terpilih menjadi Presiden Iran pada 2021, Ebrahim pernah menjabat posisi penting dalam sistem peradilan Iran, antara lain Wakil Ketua Mahkamah Agung (2004-2014), Jaksa Agung (2014-2016), dan Ketua Mahkamah Agung (2019-2021). Selain itu, Ebrahim Raisi merupakan Kustodian dan Ketua Astan Quds Razavi sejak 2016-2019.

Sebagai Hakim Agung Iran, Ebrahim mendapat dukungan luas dari para politisi faksi konservatif dan garis keras. Ia juga mendapat dukungan dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, mertuanya merupakan Ahmad Alamolhoda, pemimpin sholat Jum’at Masyhaddan Imam Besar dari kuil Imam Reza.

Pasca-Revolusi Islam 1979, Ebrahim pernah bergabung dengan kantor kejaksaan di Mesjed Soleyman di bagian barat daya Iran. Kemudian Ebrahim pernah menjadi jaksa untuk beberapa yuridiksi. Pada 1985, ia menjadi wakil jaksa dan pindah ke Teheran. (*)


Berita Terkait



add images