iklan Aksi Desak Tutup Hiburan Malam Helen's, Ahmad Syukri: Jangan Rusak Marwah Adat Melayu Jambi
Aksi Desak Tutup Hiburan Malam Helen's, Ahmad Syukri: Jangan Rusak Marwah Adat Melayu Jambi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Gelombang penolakan terhadap keberadaan tempat hiburan malam Helen's Play Mart, yang berada di kawasan WTC Kota Jambi kembali menguat.

Kali ini, desakan keras datang dari Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu, yang menggelar aksi dan menyuarakan penutupan permanen tempat hiburan tersebut, di Gedung DPRD Kota Jambi, Senin (12/1).

BACA JUGA: Breaking News! 10 Pejabat Eselon II Hasil Lelang Jabatan Resmi Dilantik Bupati Muaro Jambi, Ini Daftarnya

Salah satu orator aksi, Ahmad Syukri, menegaskan bahwa keberadaan Helens dinilai telah melenceng dari nilai-nilai adat, norma agama, dan kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi.

“Kami tidak anti usaha, tetapi kami menolak keras segala bentuk hiburan malam yang berpotensi merusak moral generasi muda dan mencederai marwah adat Melayu Jambi,” tegas Ahmad Syukri dalam orasinya.

BACA JUGA: Ini Jadwal Terbaru Pertandingan Gubernur Cup 2026, Pembukaan Rabu di Stadion Swarna Bhumi

Menurutnya, Kota Jambi dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi falsafah adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Namun, keberadaan tempat hiburan malam yang dinilai bebas dan tidak terkendali justru dianggap bertolak belakang dengan identitas tersebut.

Ahmad Syukri menyebut, jika dibiarkan, tempat hiburan malam seperti Helen's dapat memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan minuman keras, hingga potensi gangguan ketertiban umum.

“Kami khawatir generasi muda Jambi akan kehilangan arah jika pemerintah menutup mata. Ini bukan sekadar soal izin, tapi soal tanggung jawab moral dan sosial,” ujarnya lantang.

BACA JUGA: Modus Bukti Transfer Palsu, Pedagang Ikan di Jambi Tertipu Hingga Rp48,5 Juta

Dalam statemennya, Aliansi juga mendesak Pemerintah Kota Jambi, DPRD Kota Jambi, aparat penegak hukum, serta tokoh adat dan agama untuk bersikap tegas.

Mereka meminta agar evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap izin operasional Helens, hingga penutupan jika terbukti melanggar aturan dan norma yang berlaku.

Aksi tersebut, lanjut Ahmad Syukri, merupakan bentuk kepedulian masyarakat adat terhadap masa depan Jambi, bukan kepentingan kelompok tertentu.

“Kami berdiri untuk menjaga Jambi tetap beradat, bermoral, dan berkarakter Melayu. Jangan biarkan hiburan malam merusak sendi kehidupan sosial masyarakat,” tutupnya. (hfz)


Berita Terkait



add images