JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Dinas Pendidikan (Disdik)Provinsi Jambi angkat bicara terkait video heboh guru ricuh dengan siswanya di SMKN 3 Tanjabtim. Disdik menyayangkan kejadian tersebut, pihak Dinas akan mendalami Kejadian SMKN 3 Tanjabtim,langkahnya Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) diperintahkan turun ke lokasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Umar enyayangkan kejadian yang terjadi. Pihaknya mengharapkan sekolah adalah tempat menimba ilmu, membagi hal-hal yang bermanfaat. "Kami akan mendalami kejadian ini, dan Insya Allah secepatnya tim bidang GTK bersama SMK Disdik akan turun ke SMKN 3 Tanjab Timur tersebut," sebut Umar Kepada Jambi Ekspres (14/1).
Pihaknya menghimbau agar seluruh warga sekolah dapat berlaku bijak, dan menjamin pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Terhadap oknum-oknum tersebut, kata Umar akan dilakukan pembinaan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.
"Kami akan berkoordinasi dengan BKD Provinsi Jambi terkait penanganan hasil dari pembinaan tersebut, " jelasnya.
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan kericuhan antara seorang guru dan sejumlah siswa yang diduga Sekolah Menengah Kejuruan SMK 3 Kabupaten Tanjabtim, Kecamatan Berbak.
Dalam rekaman video berdurasi 3 menit 28 detik tersebut, tampak seorang guru terlibat adu argumen dengan muridnya. Situasi yang awalnya berupa cekcok mulut kemudian berubah menjadi ricuh dan diduga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap guru bersangkutan oleh beberapa siswa.
Berdasarkan informasi yang beredar luas di media sosial, insiden ini diduga dipicu oleh ucapan guru yang dinilai menyinggung perasaan siswa. Guru tersebut disebut-sebut melontarkan kalimat yang mengaitkan kondisi ekonomi orang tua murid dengan sebutan “miskin”, sehingga memicu emosi dan reaksi keras dari siswa yang terlibat.
BACA JUGA: Video Kericuhan Guru dan Siswa SMK di Tanjabtim Viral di Media Sosial
Dalam video itu terlihat sejumlah siswa berada di sekitar lokasi kejadian. Beberapa di antaranya diduga ikut terlibat langsung, sementara siswa lain tampak menyaksikan situasi yang semakin tidak terkendali. Suasana di lingkungan sekolah terlihat gaduh dan memancing perhatian banyak pihak.
Selain itu, juga beredar video lainnya setelah kejadian pengeroyokan, tampak juga guru tersebut mengejar para murid dengan senjata tajam seperti celurit.
Kasus ini masih menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat segera ditangani secara bijaksana agar situasi pendidikan tetap kondusif serta menjadi pembelajaran bagi semua pihak di lingkungan sekolah.
Kapolsek Berbak, IPTU Hans Simangunsong saat dihubungi via telepon membenarkan kejadian tersebut. Dan saat ini pihaknya akan melakukan mediasi antara pihak sekolah, guru yang bersangkutan, para orang tua murid dan bersama forkompincam.
"Ya benar, kita akan mediasi hari ini terkait persoalan ini bersama pihak sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan ada titik terang," singkatnya.(aan/lan)
