iklan Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Mendahara, Polisi Lakukan Penyelidikan
Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Mendahara, Polisi Lakukan Penyelidikan

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Warga di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjabtim, dikejutkan oleh penemuan sesosok jasad manusia yang mengapung di Sungai Buta-Buta, Kamis (8/1) pagi. Lokasi penemuan berada di perairan yang menjadi batas antara Desa Bakti Idaman dan Desa Sungai Beras.

Peristiwa tersebut diketahui saat sejumlah warga yang beraktivitas di sekitar sungai melihat tubuh manusia mengapung di permukaan air. Temuan itu langsung mengundang perhatian warga sekitar dan segera dilaporkan kepada aparat desa, sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.

BACA JUGA: Bulog Bangun Gudang 1.000 Ton di Tanjabtim, Serap Langsung Hasil Panen Petani

Kapolsek Mendahara, IPTU Syafriwal, SE, membenarkan adanya laporan penemuan mayat di wilayah hukumnya. Menurutnya, setelah menerima informasi dari masyarakat, pihak kepolisian langsung mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.

"Anggota kami sudah menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal, evakuasi, dan pengumpulan keterangan di tempat kejadian perkara," ungkapnya.

BACA JUGA: Wacana Pilkada Dipilih DPR, Ketua DPC PDIP Batang Hari Sebut Ini Kemunduran Demokrasi dan Tidak Berpihak Pada Rakyat

Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui. Polisi juga belum dapat memastikan penyebab kematian karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari petugas di lapangan.

Warga setempat memilih tidak melakukan evakuasi sendiri. Salah seorang warga, Amir, menyampaikan bahwa kondisi jasad sudah mengapung sehingga masyarakat menunggu kehadiran pihak berwenang.

"Kami tidak berani mengevakuasi sendiri, semua menunggu polisi," katanya.

Di sisi lain, para kepala desa di wilayah sekitar sungai mulai menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar segera melapor jika ada anggota keluarga yang hilang. Informasi berupa identitas dan ciri-ciri korban sangat dibutuhkan untuk membantu proses identifikasi.

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

BACA JUGA: Empat Terdakwa Korupsi DAK Pendidikan Jambi Rp21 Miliar Jalani Sidang Perdana

"Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi. Semua perkembangan akan kami sampaikan setelah proses evakuasi dan penyelidikan berjalan," tegas Kapolsek.(lan)


Berita Terkait



add images