iklan Siswa Beberkan Kronologi Dugaan Pengeroyokan Guru di SMKN 3 Tanjabtim, Ini Versinya
Siswa Beberkan Kronologi Dugaan Pengeroyokan Guru di SMKN 3 Tanjabtim, Ini Versinya

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru di SMKN 3 Kabupaten Tanjabtim terus menjadi perhatian publik. Salah satu siswa yang terlibat dalam peristiwa tersebut akhirnya menyampaikan pengakuan dan kronologi kejadian versi siswa.

Menurut pengakuan siswa berinisial ML, insiden bermula saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di dalam kelas. Suasana kelas disebut dalam kondisi ribut sehingga ia menegur teman-temannya dengan ucapan “woy diam”. Tanpa disadari, saat itu guru berinisial AS yang akrab disapa “Prince” melintas di depan kelas dan diduga merasa tersinggung.

BACA JUGA: Breaking News! Bocah 10 Tahun Hanyut di Sungai Buntung, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

"Tiba-tiba beliau masuk ke kelas tanpa permisi dengan guru yang sedang mengajar. Beliau bertanya siapa yang mengatakan ‘woy’. Saya mengaku, lalu saya dipanggil ke depan dan langsung ditampar,” ujar siswa tersebut.

Siswa itu juga mengungkapkan bahwa guru AS sempat melontarkan ucapan yang dianggap menghina salah satu siswa. Persoalan tersebut kemudian memicu protes dari para siswa yang meminta agar guru AS menyampaikan permintaan maaf saat jam istirahat.

BACA JUGA: Polda Jambi Himbau Hentikan Kekerasan di Sekolah Pasca Viral Insiden di SMK Negeri 3 Tanjab Timur

Awalnya, guru AS disebut menolak permintaan tersebut. Namun setelah dimediasi oleh guru lain, yang bersangkutan akhirnya bersedia meminta maaf dengan menggunakan pengeras suara. Meski demikian, isi penyampaian tersebut dinilai tidak menyinggung pokok persoalan.

Situasi kembali memanas saat pihak Komite Sekolah membawa guru AS ke salah satu ruangan untuk menenangkan keadaan. Dalam proses itu, guru AS disebut melakukan gestur yang dianggap mengejek siswa dengan menyebutkan “Kiss By” dengan tersenyum. Sontak membuat para siswa mendekatinya.

BACA JUGA: Update Klasemen Sementara, Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Jambi 2026 Sampai Hari ke-5

"Saat saya sampai dan berdiri di depannya, dia langsung meninju hidung saya. Melihat itu, teman-teman saya langsung spontan," ungkapnya.

Setelah kejadian tersebut, kondisi di lingkungan sekolah sempat kondusif. Namun tak lama kemudian, guru AS kembali keluar dari kantor sambil membawa senjata tajam menyerupai sabit dan mengejar para siswa, sehingga mereka berlarian menyelamatkan diri.

"Kami posisinya sudah tenang semua depan kantor, terus tiba-tiba dia keluar dengan dua sabit untuk arit rumput itu, langsung mengejar kami semua, kami lari semuanya. Terus balik dia ke kantor lagi, dah tu ngejar lagi dia," ungkapnya.(lan)


Berita Terkait



add images