JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Wali Kota Jambi, Maulana, langsung memberi “warning” kepada direksi baru Perumda PDAM Tirta Mayang usai dilantik, Senin (16/03/2026).
Pesannya tegas, jangan sampai air mati saat Idul Fitri. Peringatan ini bukan tanpa alasan. Maulana menyinggung pengalaman tahun lalu saat aliran air PDAM sempat terhenti dan memicu gelombang keluhan dari masyarakat, terutama saat momen Lebaran.
BACA JUGA: Panas! Warga Sungai Bengkal Kepung Kantor Camat, Tolak Klaim Wilayah Teluk Rendah Pasar
“Jangan sampai kejadian itu terulang. Tahun ini air harus tetap mengalir,” tegas Maulana, usai pelantikan Direksi Baru Perumdam Tirta Mayang.
Ia mengakui, saat itu dirinya belum maksimal memantau karena baru kembali dari luar daerah. Namun dampaknya terasa luas, terlebih bagi warga dan pemudik yang sangat membutuhkan pasokan air bersih.
“Keluhan masyarakat cukup banyak. Ini jadi perhatian serius bagi kita semua,” ujarnya.
Dengan formasi direksi baru, Maulana berharap perubahan bisa langsung terlihat. Ia menilai jajaran yang dilantik bukan orang baru, melainkan sosok berpengalaman yang sudah puluhan tahun berkecimpung di PDAM.
“Direktur utama 22 tahun pengalaman, direktur teknik 20 tahun, dirak 15 tahun. Mereka sudah tahu persoalan di dalam, jadi harus bisa langsung bergerak cepat,” katanya.
Di sisi lain, Direktur Utama PDAM Tirta Mayang, Arianto, memastikan pihaknya siap “tancap gas” menjalankan arahan tersebut.
Berbagai langkah antisipasi sudah disiapkan, termasuk koordinasi dengan PLN untuk menghindari pemadaman listrik yang bisa berdampak pada distribusi air.
BACA JUGA: Trafik Mudik Lebaran 2026 di Tol Trans Sumatera Naik 24,68%, Hutama Karya Catat Lonjakan Kendaraan
“Kami sudah koordinasi sejak awal. Targetnya jelas, tidak ada gangguan, terutama saat H-7 sampai H+7 Idul Fitri,” ujarnya.
Tak hanya itu, PDAM juga berjanji melakukan pembenahan besar-besaran, mulai dari peningkatan kualitas karyawan, perbaikan jam distribusi air, hingga perluasan layanan ke wilayah yang belum terjangkau. (hfz)
