JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Upaya menghadirkan wajah pasar yang lebih tertib dan nyaman kini mulai terlihat di kawasan Pasar Tanjung Bajure, Kota Sungai Penuh. Di tengah aktivitas jual beli yang kembali bergeliat, Pemerintah Kota perlahan menata ulang denyut ekonomi rakyat agar berjalan lebih rapi dan manusiawi.
Jumat pagi (03/04), Wakil Wali Kota Azhar Hamzah bersama Sekda Alpian turun langsung meninjau kondisi pasar pasca penertiban.
BACA JUGA: Honda PCX160 Tampil Makin Mewah dengan Warna Baru, Fitur Canggih Kian Lengkap
Langkah ini bukan sekadar inspeksi, melainkan bagian dari komitmen membangun pasar yang tidak hanya hidup, tetapi juga teratur.
Di sela peninjauan, Azhar tampak menyusuri deretan lapak, memperhatikan posisi pedagang hingga kebersihan area sekitar. Baginya, pasar bukan hanya ruang transaksi, melainkan wajah kota yang mencerminkan keteraturan dan kenyamanan warganya.
“Kita ingin pasar ini lebih tertib, bersih, dan nyaman, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja. Penertiban ini bukan untuk menyulitkan, tetapi untuk kebaikan bersama,” ujarnya.
BACA JUGA: Tarif Travel Kerinci–Jambi dan Padang Naik Rp30 Ribu Pasca Lebaran
Penertiban yang dilakukan sebelumnya memang sempat memicu penyesuaian bagi para pedagang. Namun, di balik itu, tersimpan harapan besar: terciptanya ruang usaha yang lebih layak dan lingkungan yang lebih bersih.
Pemerintah pun tidak ingin berjalan sendiri. Azhar mengajak para pedagang untuk menjadi bagian dari perubahan tersebut. Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban yang telah dibangun.
“Kami berharap para pedagang dapat bekerja sama dengan pemerintah, menjaga ketertiban, serta tidak kembali berjualan di area yang telah ditertibkan,” tegasnya.
BACA JUGA: Gudang Milik H. Assek di Lambur Luar Hangus Terbakar
Penataan Pasar Tanjung Bajure menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam membenahi sektor perdagangan rakyat. Dengan pengawasan berkelanjutan, pasar diharapkan tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga ruang publik yang nyaman dan tertib.
Di tengah hiruk pikuk aktivitas jual beli, harapan itu kini perlahan tumbuh—bahwa pasar tradisional pun bisa tampil rapi, bersih, dan tetap menjadi denyut utama kehidupan masyarakat.(Hdp)
