iklan 625 Tahun Tanah Pilih, Kampung Bahagia Ubah Wajah Permukiman Kota Jambi
625 Tahun Tanah Pilih, Kampung Bahagia Ubah Wajah Permukiman Kota Jambi

Selain memaparkan capaian, Maulana juga menjelaskan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus pembangunan tahun 2026.

Pada sektor perlindungan sosial, Pemerintah Kota Jambi akan memperluas cakupan Program Kartu Bahagia melalui penambahan 8.660 peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari pekerja rentan, petugas keagamaan, sekretaris RT, Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), dan petugas rumah ibadah.

Dengan penambahan tersebut, total penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan mencapai 15.740 orang.

Di bidang pendidikan, Pemkot Jambi menyiapkan beasiswa bagi 2.013 siswa kurang mampu tingkat SD dan SMP. Revitalisasi sekolah juga terus dilanjutkan, termasuk rencana pembangunan dua unit sekolah baru.
Persoalan sampah yang selama ini menjadi perhatian publik turut menjadi agenda utama pemerintah.

Melalui Program Kampung Bahagia, Pemkot Jambi mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui OPBM. Hingga saat ini, sebanyak 70 OPBM swadaya telah terbentuk dan melayani sekitar 200 RT.

Program tersebut diklaim berhasil menutup 94 tempat pembuangan sampah (TPS) dan TPS liar. Pemerintah menargetkan seluruh TPS liar di Kota Jambi dapat dituntaskan hingga akhir tahun.

Tidak hanya itu, untuk memperkuat keamanan lingkungan, Pemkot Jambi juga akan memasang lebih dari 1.100 kamera pengawas atau CCTV yang terintegrasi dengan Jambi City Operation Center (JCOC).

Sementara dalam upaya mengatasi persoalan banjir, pemerintah terus mendorong normalisasi Drainase Sungai Asam sepanjang 16,4 kilometer serta mendukung percepatan pembangunan Kolam Retensi Danau Kajang Lako yang saat ini progresnya telah mencapai 65 persen dan ditargetkan mulai berfungsi pada akhir tahun 2026.

Maulana menegaskan bahwa seluruh capaian yang diraih bukanlah hasil kerja pemerintah semata, melainkan buah dari kolaborasi berbagai pihak.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, persatuan, toleransi, dan kebersamaan sebagai modal utama dalam membangun Kota Jambi yang maju, berdaya saing, dan membahagiakan masyarakatnya.

“Keberhasilan yang dicapai bukanlah upaya individu maupun kelompok tertentu. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Kota Jambi,” ujarnya. (hfz)


Berita Terkait



add images