JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Penyidikan kasus pembunuhan terhadap seorang ibu rumah tangga berinisial UK (52) yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, FR (21), di Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, masih menunggu hasil observasi kejiwaan dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jambi.
Kapolsek Jambi Timur AKP R. Deddy Wardana Gaos mengatakan, saat ini terduga pelaku telah menjalani observasi kejiwaan di RSJ Provinsi Jambi guna memastikan kondisi psikologisnya saat melakukan perbuatan tersebut dan penyidikan perkara ini masih menunggu hasil observasi dari RS Jiwa Provinsi Jambi.
BACA JUGA: Paripurna HUT Kota Jambi Diguncang Demo Zona Merah, Warga Bawa Pocong dan Ancam Blokir Pertamina
Menurutnya, proses observasi tersebut diperkirakan masih berlangsung sekitar dua pekan ke depan. Polisi belum dapat menyimpulkan lebih lanjut terkait pertanggungjawaban pidana pelaku sebelum menerima hasil pemeriksaan dari tim medis.
“Belum, masih lama, sekitar dua mingguan. Nanti akan kami update,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
BACA JUGA: 625 Tahun Tanah Pilih, Kampung Bahagia Ubah Wajah Permukiman Kota Jambi
Diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis itu terjadi di rumah korban yang berada di Jalan Raden Fatah RT 03, Kelurahan Sijinjang, Kecamatan Jambi Timur, Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 12.08 WIB.
Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka di bagian kepala setelah diduga dipukul menggunakan mesin pompa air oleh anak kandungnya sendiri.
Warga yang mendengar keributan dari dalam rumah kemudian masuk dan mendapati korban sudah tergeletak bersimbah darah di area dapur.
BACA JUGA: Pimpin Paripurna Istimewa, Kemas Faried Soroti Pemerataan Pembangunan Kota Jambi
Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan mengamankan FR yang masih berada di rumah saat kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan karena keterangan yang diberikan berubah-ubah dan tidak sinkron dengan pertanyaan penyidik.
Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit mesin pompa air merek Shimizu yang terdapat bercak darah serta pakaian korban. Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil observasi kejiwaan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.(*)
