iklan Pecah di Kampus Tertua, Bagaimana Konflik Unbari Bermula?
Pecah di Kampus Tertua, Bagaimana Konflik Unbari Bermula?

Persoalan tidak lagi sekadar menyangkut nama yayasan atau administrasi badan hukum. Sengketa mulai menyentuh isu yang jauh lebih sensitif: siapa yang berhak mengendalikan Universitas Batanghari.

Konflik Pecah di Internal Kampus

Awal tahun 2022 menjadi periode yang disebut penggugat sebagai fase paling krusial.

Menurut dokumen gugatan, ketegangan di lingkungan Universitas Batanghari meningkat setelah terbitnya surat mandat Senat Universitas Batanghari pada 14 Januari 2022.

Dalam dokumen perkara disebutkan bahwa Senat mengambil langkah penyelamatan terhadap konflik internal dengan membentuk tim yang ditugaskan menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan kampus.

Penggugat menilai langkah tersebut diambil karena konflik yang terjadi mulai berdampak terhadap tata kelola universitas.

Perlahan, ketegangan tidak lagi terbatas pada pengurus yayasan. Persoalan merembet ke pengelolaan kampus, administrasi kelembagaan, hingga stabilitas akademik.

Bagi sebagian mahasiswa, konflik tersebut mungkin hanya terdengar sebagai polemik para elite kampus. Namun bagi mereka yang berada di lingkaran pengelolaan universitas, pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai.

Pertarungan Berlanjut ke Meja Hijau

Ketika berbagai upaya penyelesaian tidak menemukan titik temu, jalur hukum akhirnya ditempuh.

Pada April 2023, Yayasan Pendidikan Batanghari Jambi resmi mengajukan gugatan perdata terhadap Yayasan Pendidikan Jambi ke Pengadilan Negeri Jambi.

Gugatan tersebut memuat berbagai dalil, mulai dari sejarah pendirian yayasan, legalitas badan hukum, konflik internal kampus, hingga dugaan perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan Universitas Batanghari.

Bahkan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi turut dimasukkan sebagai pihak turut tergugat karena dinilai memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi di kampus tersebut.

Perseteruan yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik di lingkungan kampus akhirnya terbuka di ruang sidang.

Dokumen setebal ratusan halaman diperiksa. Saksi-saksi dipanggil. Bukti-bukti diajukan.

Dan di atas semua itu, satu pertanyaan besar terus menggantung:

Siapa sebenarnya yang paling sah mengelola Universitas Batanghari?

Bersambung ke Edisi 2: "Dua Kubu, Satu Kampus: Perebutan Pengelolaan dan Aset Universitas Batanghari."


Sumber: Kenali.co.id

Berita Terkait



add images