iklan Dialog Publik Persampahan, Akademisi hingga Tokoh Masyarakat Kompak Dukung Kota Jambi Bersih
Dialog Publik Persampahan, Akademisi hingga Tokoh Masyarakat Kompak Dukung Kota Jambi Bersih

Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.

“Banyak aspek positif yang bisa kita lihat dari program ini. Pada akhirnya, ini soal pilihan, apakah kita ingin hidup di lingkungan yang bersih atau tetap membiarkan lingkungan menjadi kotor,” ujarnya.

Rosyani juga menyoroti potensi ekonomi dari pengelolaan sampah yang baik. Dengan pemilahan yang tepat, sampah dapat diolah dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sementara itu, tokoh masyarakat Jambi, Usman Ermulan, memberikan perhatian terhadap mekanisme iuran dalam layanan penjemputan sampah oleh bentor yang diterapkan melalui OPBM.

Mantan Bupati Tanjung Jabung Barat itu berharap ada kebijakan khusus bagi masyarakat kurang mampu agar tidak terbebani biaya pelayanan.

“Kalau bisa pembayaran diberlakukan bagi masyarakat yang mampu, sementara warga kurang mampu bisa mendapatkan keringanan atau subsidi. Yang penting jangan ada unsur paksaan dan tetap mengedepankan kebersamaan,” katanya.

Usman juga mengapresiasi langkah Pemkot Jambi yang berani menutup sejumlah TPS di kawasan protokol kota demi menciptakan wajah kota yang lebih tertata dan bersih.

“Kota Jambi adalah barometer Provinsi Jambi. Kita semua sepakat Kota Jambi harus bersih. Jika ada masukan, silakan disampaikan kepada pemerintah,” ujarnya.

Dari sisi masyarakat, Saprudin, warga RT 18 Kelurahan Mayang Mangurai, mengaku mendukung pelaksanaan OPBM. Namun ia menilai munculnya pro dan kontra di tengah masyarakat lebih disebabkan minimnya sosialisasi sebelum program dijalankan.

“Program seperti ini sebenarnya sudah lama ada. Yang membuat masyarakat terkejut karena sosialisasinya kurang maksimal sehingga muncul berbagai persepsi,” katanya.


Berita Terkait



add images