Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Provinsi Jambi Indra Tritusian mengingatkan bahwa meskipun saat ini berada pada masa non-tahapan, proses demokrasi tetap berjalan. Salah satu agenda penting yang sedang berlangsung adalah pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan yang membutuhkan perhatian dan partisipasi masyarakat.
"Saat ini memang belum memasuki tahapan Pemilu 2029, namun proses demokrasi tetap berjalan, salah satunya melalui pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Mahasiswa dapat ikut mengawal akurasi data pemilih sebagai bagian dari penguatan kualitas demokrasi," kata Indra.
Bawaslu Provinsi Jambi mengapresiasi seluruh masukan yang disampaikan peserta sebagai bahan evaluasi dan rekomendasi dalam memperkuat kualitas pengawasan serta penyelenggaraan Pemilu di masa mendatang.
Menurut Bawaslu, partisipasi aktif mahasiswa dan organisasi kepemudaan menjadi energi positif dalam merumuskan langkah-langkah perbaikan menuju penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029 yang semakin demokratis, berintegritas, transparan, dan berkualitas.
Melalui Focus Group Discussion ini, Bawaslu Provinsi Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog, kolaborasi, dan partisipasi publik dengan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara penyelenggara pemilu, akademisi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam mewujudkan demokrasi yang semakin matang serta menghasilkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. (*)
