JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Harga oli dan ban sepeda motor di Kabupaten Muaro Jambi masih bertahan tinggi sejak mengalami kenaikan pada April lalu. Kondisi ini membuat pelaku usaha bengkel harus menyiapkan modal lebih besar untuk menjaga ketersediaan stok, sementara margin keuntungan yang diperoleh semakin menipis.
Kenaikan harga oli berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp18 ribu per liter. Salah satu yang mengalami lonjakan cukup signifikan adalah oli MPX 2. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp60 ribu per liter, kini harganya mencapai Rp78 ribu per liter.
Pemilik bengkel di Muaro Jambi, Abdul Latif, mengatakan hingga saat ini belum ada tanda-tanda harga akan kembali normal. Menurutnya, kenaikan dipicu melemahnya nilai tukar rupiah beberapa waktu lalu yang berdampak pada biaya impor, ditambah tingginya harga bahan baku serta ongkos distribusi.
"Harga oli masih bertahan di level yang tinggi. Belum ada penurunan dan kami belum bisa memastikan kapan akan kembali normal karena bergantung pada biaya distribusi dan kondisi pasar," ujarnya.
Meski jumlah pelanggan masih relatif stabil, kenaikan harga membuat kebutuhan modal usaha ikut meningkat. Kondisi tersebut menyebabkan keuntungan yang diperoleh bengkel tidak sebesar sebelumnya.
Tak hanya oli, harga ban sepeda motor juga mengalami kenaikan sekitar Rp15 ribu hingga Rp30 ribu per buah, tergantung merek dan ukuran. Ban merek FDR, misalnya, kini dijual sekitar Rp285 ribu per buah, naik dari harga sebelumnya sekitar Rp255 ribu.
Abdul Latif menjelaskan, ketersediaan stok oli maupun ban di pasaran masih tergolong aman. Namun, pelaku usaha harus lebih cermat mengelola persediaan agar perputaran modal tetap sehat di tengah tingginya harga.
Ia berharap harga oli dan ban dapat segera kembali normal sehingga tidak semakin membebani pelaku usaha bengkel maupun masyarakat sebagai konsumen.
