JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) resmi membuka penerimaan peserta didik baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun Ajaran 2026/2027. Pada angkatan perdana, sekolah unggulan tersebut akan menerima sebanyak 80 siswa, terdiri atas 40 siswa jenjang SMP dan 40 siswa jenjang SMA.
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Syafaruddin, mengatakan kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan lembaga pendidikan unggulan yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.
Selama pembangunan gedung sekolah permanen berlangsung, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan sementara di Gedung Pendidikan dan Pelatihan BKPSDMD Tanjabtim yang sebelumnya digunakan sebagai Sekolah Rakyat.
"Selama proses pembangunan gedung sekolah permanen berlangsung, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan sementara di Gedung Pendidikan dan Pelatihan BKPSDMD Tanjabtim yang sebelumnya digunakan sebagai Sekolah Rakyat," ujarnya.
Syafaruddin menjelaskan, penerimaan peserta didik dilakukan melalui jalur seleksi bagi siswa berprestasi. Proses seleksi meliputi Computer Based Test (CBT), tes kesehatan, dan tes kebugaran jasmani. Seluruh biaya pendidikan di Sekolah Nasional Terintegrasi dipastikan gratis.
Ia menambahkan, gedung permanen sekolah akan dibangun pada tahun ini di atas lahan seluas 21 hektare di Kawasan Terpadu Mandiri. Lokasi tersebut berdampingan dengan Sekolah Rakyat dan akan dilengkapi berbagai fasilitas bertaraf internasional, seperti sport center, kolam renang, serta lapangan sepak bola berstandar internasional.
"Pembangunan sekolah tersebut didukung anggaran APBN sebesar Rp300 miliar dan dijadwalkan mulai dikerjakan tahun ini," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Tanjabtim, Budi Kurniawan, mengatakan pada tahun ajaran perdana akan dibuka empat rombongan belajar, masing-masing dua kelas untuk tingkat VII SMP dengan total 40 siswa dan dua kelas tingkat X SMA dengan total 40 siswa.
Menurutnya, proses penerimaan peserta didik direncanakan dimulai pekan depan. Namun, hingga saat ini Dinas Pendidikan masih menunggu petunjuk teknis resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar sebagai acuan pelaksanaan seleksi.
"Untuk fasilitas pembelajaran sementara akan disesuaikan dengan kondisi serta ketersediaan ruang laboratorium yang ada," katanya.
Di sisi lain, Kabid Pendidikan Menengah Halidi meminta seluruh kepala sekolah, koordinator wilayah pendidikan, dan pengawas sekolah turut menyosialisasikan mekanisme penerimaan siswa berprestasi kepada para orang tua.
Menurutnya, sosialisasi penting dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai persyaratan, tahapan seleksi, serta mekanisme penerimaan di Sekolah Nasional Terintegrasi.
"Kami berharap seluruh masyarakat, khususnya orang tua dan siswa berprestasi, dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengikuti seleksi masuk Sekolah Nasional Terintegrasi," pungkasnya.(lan)
