iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Nama Don Ritto belakangan menjadi perhatian publik. Namun jauh sebelum dikenal luas sebagai seorang advokat, Don Ritto telah dikenal oleh rekan-rekan seangkatannya di Fakultas Hukum Universitas Jambi (Unja) sebagai pribadi yang cerdas, aktif berdiskusi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

Don Ritto merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Jambi angkatan 1989. Lahir dan besar di Kota Jambi, ia menghabiskan masa kecil hingga menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di kampus kebanggaan masyarakat Jambi tersebut.

Di lingkungan kampus, Don Ritto dikenal sebagai mahasiswa yang aktif mengikuti berbagai forum diskusi. Ia kerap terlibat dalam pembahasan isu-isu hukum maupun persoalan sosial. Kemampuan menyampaikan argumentasi dan membangun komunikasi membuatnya dikenal luas di kalangan mahasiswa.

BACA JUGA: Sempat Dirikan Kantor Hukum Don Ritto & Associates di Jambi, Advokad Sesama Alumni FH Unja Siap Beri Bantuan Untuk Don Ritto

"Dia orangnya aktif, pintar, dan punya kemampuan komunikasi yang sangat baik. Itu yang paling kami ingat sejak masih kuliah," ujar salah seorang alumni Fakultas Hukum Unja angkatan 1989 yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Don Ritto memilih meniti karier sebagai advokat. Ia kemudian hijrah ke Kota Bandung, Jawa Barat, untuk mengembangkan profesinya. Di Kota Kembang itulah karier hukumnya terus berkembang hingga dikenal sebagai pengacara.

Selama berkarier di Bandung, Don Ritto juga menjalin hubungan profesional dan persahabatan dengan sesama putra Jambi, Febrie Adriansyah. Kedekatan keduanya, menurut rekan-rekan alumni, bukan terjalin sejak masih kuliah di Universitas Jambi.

"Semasa kuliah mereka tidak terlalu dekat. Febrie merupakan senior angkatan 1986, sedangkan Don angkatan 1989. Kedekatan mereka justru terjalin setelah sama-sama berada di perantauan. Karena berasal dari daerah yang sama, hubungan emosional dan rasa kekeluargaan itu semakin erat," ujar sumber tersebut.

"Di Jambi Don Ritto tidak memiliki kantor cabang advokad. Sepertinya ia hanya fokus di pulau Jawa," tambah sumber.

Meski telah lama menetap di Bandung, Don Ritto disebut tidak pernah melupakan tanah kelahirannya. Keluarga besarnya hingga kini masih bermukim di kawasan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Karena itu, ia hampir setiap tahun menyempatkan diri pulang ke Jambi, terutama ketika ada kegiatan keluarga maupun agenda besar alumni Universitas Jambi dan Fakultas Hukum angkatan 1989.

Bagi Don Ritto, kegiatan alumni bukan sekadar ajang reuni. Kehadirannya selalu disertai dengan kepedulian untuk ikut menyukseskan setiap kegiatan.

"Kalau ada kegiatan alumni, beliau hampir selalu membantu. Bahkan pernah seluruh biaya kegiatan alumni disupport penuh, mulai dari penyediaan tempat hingga berbagai kebutuhan acara lainnya," ungkap salah seorang alumni.

Kepeduliannya juga diwujudkan melalui perannya sebagai Bendahara Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Jambi angkatan 1989. Di organisasi alumni tersebut, Don Ritto dikenal aktif menggerakkan berbagai kegiatan dan menjaga kekompakan para alumni.

Di mata rekan-rekannya, sifat dermawan menjadi karakter yang paling melekat pada sosok Don Ritto. Ia tidak segan membantu sahabat-sahabatnya, termasuk memberikan dukungan finansial kepada alumni yang membutuhkan.

"Beliau sangat dermawan. Banyak membantu teman-teman, termasuk secara finansial jika ada yang membutuhkan. Itu yang membuat beliau sangat dihormati di kalangan alumni," tuturnya.

Bagi para alumni Fakultas Hukum Unja angkatan 1989, Don Ritto bukan hanya sosok advokat yang berhasil membangun karier di luar daerah. Ia juga merupakan sahabat yang tetap menjaga silaturahmi, peduli terhadap almamater, serta tidak pernah melupakan kampung halaman yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Kesuksesan yang diraih di perantauan tidak membuat Don Ritto menjauh dari akar dan identitasnya sebagai putra Jambi.

(hfz)


Berita Terkait



add images