JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Anggota DPR RI Komisi XII dari Daerah Pemilihan Jambi, Syarif Fasha, menerima aspirasi sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kantor Bupati Muaro Jambi, Senin (27/7). Pertemuan berlangsung di sela kegiatan reses dan sosialisasi pengurangan sampah yang dihadirinya.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapat penyelesaian, mulai dari keberadaan stokpile batubara, sengketa lahan perusahaan, hingga dugaan pencemaran lingkungan oleh aktivitas industri di Kabupaten Muaro Jambi.
BACA JUGA: Kasus Bayi di Batang Hari Sudah Dikembalikan ke UPTD, Polisi Masih Lakukan Pendalaman
Koordinator Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah (Denpasna) Muaro Jambi, Adiansyah menyebut berbagai persoalan lingkungan yang terjadi selama ini belum mendapatkan perhatian dan penyelesaian yang konkret pihak terkait.
Mahasiswa meminta DPR RI turut memberikan perhatian terhadap dampak aktivitas perusahaan, khususnya yang berkaitan dengan limbah dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Mereka juga menyoroti kondisi pengelolaan limbah perusahaan yang dinilai berpotensi merusak lingkungan serta berdampak terhadap masyarakat sekitar.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat Tanjabtim Matangkan Persiapan MPLS, 270 Siswa Mulai Masuk 30 Juli
Menanggapi hal tersebut, Syarif Fasha mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang terjadi di daerah. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan merupakan bagian penting dalam pengawasan terhadap kebijakan dan aktivitas yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Adik-adik semua adalah bos kami. Tanpa masyarakat, kami tidak ada. Karena itu kami wajib mendengar dan menerima setiap aspirasi yang disampaikan,” ujar Fasha.
Politisi Partai NasDem itu menjelaskan, Komisi XII DPR RI membidangi sektor energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup, investasi, hingga badan informasi geospasial. Karena itu, persoalan lingkungan yang disampaikan mahasiswa menjadi salah satu fokus yang akan ditindaklanjuti.
BACA JUGA: Mobil Travel Ratu Intan Masuk Sungai Batang Hari, Penumpang Meninggal Berhasil di Evakuasi
Namun demikian, Fasha meminta mahasiswa menyampaikan laporan secara lebih spesifik dan disertai data pendukung agar dapat ditindaklanjuti secara konkret.
“Kalau ada perusahaan yang diduga mencemari lingkungan, sampaikan objeknya secara jelas. Misalnya perusahaan apa, bentuk pelanggarannya apa, sehingga bisa kami tindak lanjuti bersama Kementerian Lingkungan Hidup,” katanya.
Fasha juga membuka ruang komunikasi langsung dengan mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. Menurutnya, laporan yang lengkap akan memudahkan DPR RI dalam melakukan pengawasan dan koordinasi dengan kementerian terkait.
Selain isu pencemaran lingkungan, dalam dialog tersebut juga dibahas persoalan pengelolaan sampah dan keberadaan stokpile batubara yang menjadi perhatian masyarakat. Fasha menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan telah dicatat dan akan menjadi bahan tindak lanjut sesuai kewenangan Komisi XII DPR RI. (wan)
