iklan Bangunan pabrik milik PT Berkat Makmur Mandiri (BMM) di RT 11A, Dusun 4, Desa Sungai Gedang, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun.
Bangunan pabrik milik PT Berkat Makmur Mandiri (BMM) di RT 11A, Dusun 4, Desa Sungai Gedang, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN – Pembangunan pabrik milik PT Berkat Makmur Mandiri (BMM) di RT 11A, Dusun 4, Desa Sungai Gedang, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, menuai pertanyaan dari warga sekitar. Masyarakat mengaku minim memperoleh informasi terkait pembangunan pabrik yang berdiri tidak jauh dari kawasan permukiman tersebut.

Masri, warga Dusun 4, mengatakan sejak proses pembebasan lahan hingga pembangunan pabrik berlangsung, tidak pernah ada sosialisasi kepada masyarakat, baik dari pihak perusahaan maupun pemerintah.

BACA JUGA: Karhutla Dekat Permukiman Warga di Muaro Jambi, Helikopter Water Bombing Dikerahkan, 392 Hotspot Terpantau

"Seingat saya tidak pernah ada sosialisasi dengan warga, mulai dari pembebasan lahan sampai saat ini bangunan sudah berdiri. Kami sebagai warga tidak mendapat informasi, baik dari pihak pabrik maupun pemerintah," ujarnya.

Hal senada disampaikan Jiun, warga Dusun 2. Ia mengaku hingga kini warga masih bertanya-tanya mengenai jenis usaha yang akan dijalankan di pabrik tersebut.

"Kami juga tidak tahu bangunan itu pabrik apa. Ada yang bilang pabrik kelapa sawit. Sebagai warga kami bertanya-tanya karena tidak ada sosialisasi sama sekali dengan masyarakat sekitar," katanya.

BACA JUGA: Disela-sela Reses di Muaro Jambi, Anggota DPR RI Syarif Fasha Terima Aspirasi Mahasiswa Soal Lingkungan

Ketua RT 11A, Dedi, membenarkan bahwa dirinya hanya mengetahui adanya pembebasan lahan sekitar awal 2024. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci proses pembangunan pabrik tersebut.

"Setahu saya pembebasan lahan sekitar awal 2024. Bagaimana prosesnya bisa berdiri, siapa humasnya, bagaimana dengan warga terdampak, lalu penyaluran CSR seperti apa, saya juga tidak tahu karena sejak awal sampai sekarang tidak ada sosialisasi dengan kami selaku warga," ungkap Dedi.

Ia juga menyoroti keberadaan kolam limbah yang berada di sisi kanan pintu masuk pabrik dan mengarah ke kawasan permukiman.

"Kami sebagai warga khawatir nantinya polusi udara maupun dampak lingkungan lainnya merambah ke permukiman," katanya.

Untuk memperoleh keterangan resmi, awak media mendatangi lokasi pembangunan pabrik. Namun, di lokasi hanya terdapat para pekerja, sementara pihak manajemen maupun humas perusahaan tidak berada di tempat.

BACA JUGA: Mobil Travel Ratu Intan Masuk Sungai Batang Hari, Penumpang Meninggal Berhasil di Evakuasi

Salah seorang pekerja menyebut bangunan tersebut merupakan pabrik kelapa sawit milik PT Berkat Makmur Mandiri (BMM).

"Kalau untuk lebih jelasnya, abang bisa ketemu langsung Pak Epi, rumahnya di Sarolangun," ujarnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Berkat Makmur Mandiri (BMM) belum memberikan keterangan resmi terkait jenis usaha, proses perizinan, maupun pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.(hnd)


Berita Terkait



add images