JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh menetapkan Hutri Randa sebagai ketua secara aklamasi. Terpilihnya Hutri yang juga menjabat Ketua DPRD Kota Sungai Penuh menjadi momentum bagi partai berlambang pohon beringin itu untuk memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput.
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Ivan Wirata, saat menutup Musda, Minggu (23/8/2026), meminta Hutri segera merangkul seluruh kader dan menghidupkan kembali mesin organisasi.
BACA JUGA: Kategori Tak Sehat, ISPU Muaro Jambi Kembali Memburuk
“Ketua terpilih bukan hanya ketua bagi kelompok yang mendukungnya, tetapi ketua bagi seluruh kader Partai Golkar Kota Sungai Penuh,” tegas Ivan.
Menurutnya, berakhirnya Musda justru menandai dimulainya pekerjaan besar untuk membenahi organisasi. Seluruh kader diminta meninggalkan perbedaan pilihan selama Musda dan kembali bekerja dalam satu barisan.
BACA JUGA: 28 Tahun PAN, Al Haris Minta Kader Semakin Solid dan Peduli Rakyat
“Tidak boleh ada lagi kelompok yang menang dan kelompok yang kalah. Tidak boleh ada lagi kubu-kubuan setelah Musda. Perbedaan pilihan telah selesai bersamaan dengan berakhirnya proses Musda,” ujarnya.
Ivan meminta Hutri bersama tim formatur menyusun kepengurusan secara objektif dan inklusif dengan mempertimbangkan kompetensi, loyalitas, integritas, keterwakilan perempuan, generasi muda, serta perpaduan kader senior dan kader baru.
Ia menargetkan kepengurusan hasil Musda rampung paling lambat 30 Agustus 2026. Konsolidasi kemudian harus dilanjutkan melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) dan Musyawarah Kelurahan (Muslur) hingga seluruh struktur organisasi di tingkat bawah aktif paling lambat 31 Oktober 2026.
“Struktur tidak boleh hanya tertulis di atas kertas. PK harus aktif, PL harus aktif, kader harus bergerak, sekretariat harus hidup. Mesin partai harus bekerja mulai sekarang,” kata Ivan.
BACA JUGA: Semarak Merah Putih Kemerdekaan Desa Ibru Meriah, BRI Hadirkan Layanan Gratis hingga Doorprize
Dalam 90 hari pertama, kepengurusan baru juga dituntut menunjukkan kerja nyata. Prioritasnya meliputi pengaktifan sekretariat, penuntasan Muscam dan Muslur, penataan basis data kader, serta pengoperasian Rumah Aspirasi Partai Golkar.
Partai juga diminta mulai memetakan kekuatan politik berdasarkan daerah pemilihan dan TPS, memperkuat kaderisasi, serta menyiapkan sedikitnya dua saksi di setiap TPS. Perkembangan kerja organisasi wajib dilaporkan kepada DPD Partai Golkar Provinsi Jambi pada hari ke-30, ke-60, dan ke-90.
Ivan menegaskan Golkar tidak boleh hanya muncul ketika momentum pemilu tiba. Kehadiran kader harus dirasakan masyarakat melalui penyerapan aspirasi, program sosial, pendidikan politik, pemberdayaan UMKM, hingga pembinaan generasi muda.
“Sekretariat Partai Golkar harus menjadi Rumah Aspirasi dan Rumah Rakyat. Setiap aspirasi harus dicatat, dikawal, diperjuangkan, dan dilaporkan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai politik karya, yakni politik yang tidak berhenti pada upaya meraih suara, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan kepemimpinan baru, Ivan berharap Golkar Kota Sungai Penuh mampu menetapkan target politik yang realistis dan terukur, mulai dari peningkatan suara, penguatan kursi di DPRD, hingga pembangunan basis kekuatan sampai tingkat TPS.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan partai tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah suara dan kursi. “Kemenangan terbesar adalah ketika Partai Golkar dipercaya, dicintai, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas. (aiz)
