JAMBI — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Jambi, Selasa (25/8/2026). Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jambi karena mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan kondisi tersebut secara langsung dalam rapat koordinasi bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kantor Manggala Agni Jambi, Selasa.
Dalam rakor itu, Maulana melaporkan bahwa asap yang menyelimuti Kota Jambi tidak hanya berasal dari wilayah kota, tetapi juga kebakaran di sejumlah daerah sekitar, seperti Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, hingga wilayah provinsi tetangga.
“Kemarin alhamdulillah kami juga sudah rakor bersama unsur Forkopimda Kota Jambi. Dari hasil rakor tersebut kita tetapkan status siaga, artinya semua komponen harus siaga terus mengantisipasi kondisi yang ada saat ini,” kata Maulana.
Ia mengatakan, kondisi kualitas udara di Kota Jambi semakin menjadi perhatian karena kabut asap telah berdampak langsung terhadap aktivitas dan kesehatan warga.
“Saya juga sudah sampaikan ke Pak Menteri bahwa Kota Jambi sebagian besar daerah terdampak akibat kebakaran di wilayah sekitar seperti Muaro Jambi, Tanjab Timur dan provinsi tetangga,” ujarnya.
Dampak kabut asap juga mulai terlihat dari meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Maulana menyebut terjadi kenaikan kasus dalam satu pekan terakhir.
“Kami sampaikan juga bahwa kondisi ISPA meningkat, satu minggu dari rerata 1.300 menjadi 1.900,” katanya.
Laporan tersebut langsung mendapat respons dari pemerintah pusat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan sebanyak 5.000 masker untuk masyarakat Kota Jambi.
“Sehingga langsung mendapat respons dari BNPB, dibantu 5 ribu masker. Jika sampai, langsung kami distribusikan,” ujar Maulana.
Selain masker, Pemkot Jambi juga mengajukan bantuan dua mobil tangki untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.
“Kami mengajukan dua mobil tangki mengantar kebutuhan air, juga akan segera dibantu. Agar distribusi air bisa merata,” katanya.
Layanan Kesehatan Disiagakan
Pemkot Jambi juga meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk menghadapi potensi bertambahnya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Maulana memastikan bantuan oksigen tetap disiapkan di puskesmas maupun rumah sakit.
Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap diminta tidak menunda mendapatkan pertolongan medis.
“Bantuan oksigen masih terfokus di puskesmas maupun rumah sakit, silakan datang jika membutuhkan. Kita sudah bilang ke pelayanan kesehatan untuk standby,” ujarnya.
Ia secara khusus meminta warga yang mengalami gangguan pernapasan berat segera mendatangi fasilitas kesehatan.
“Kalau ada yang asma berat, datang ke UGD. Yang terdampak akibat asap itu gratis,” tegas Maulana.
Pemkot Jambi bersama Forkopimda dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan karhutla serta kondisi kualitas udara. Status siaga yang telah ditetapkan menjadi langkah antisipasi agar seluruh unsur terkait dapat bergerak cepat apabila kondisi semakin memburuk. (hfz)
