iklan Geng Motor Makin Brutal, Maulana Siapkan Jam Malam dan Pembinaan Anak di SPN Polda Jambi
Geng Motor Makin Brutal, Maulana Siapkan Jam Malam dan Pembinaan Anak di SPN Polda Jambi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI — Aksi geng motor yang semakin meresahkan warga membuat Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah lebih tegas. Wali Kota Jambi Maulana menyiapkan pemberlakuan jam malam, patroli rutin hingga pembinaan anak-anak yang hanya ikut-ikutan geng motor di SPN Polda Jambi.

Langkah ini diambil setelah aksi kekerasan geng motor kembali menelan korban jiwa. Pemkot Jambi menilai persoalan tersebut tidak bisa hanya diselesaikan dengan penindakan hukum, tetapi juga membutuhkan pencegahan dan pembinaan, terutama terhadap anak-anak yang belum terlibat tindak pidana.

BACA JUGA: Mulai 21 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB, Tol Betejam Seksi Bayung Lencir – Simpang Ness/Pijoan Diberlakukan Tarif

Maulana mengatakan, operasi gabungan telah dilakukan dengan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI-Polri serta sejumlah OPD terkait.

“Langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi telah dilakukan yaitu pembinaan di SPN Polda Jambi, melakukan operasi gabungan di Kota Jambi,” kata Maulana, Jumat (21/8/2026).

Pemkot Jambi kini mulai memetakan pola pergerakan geng motor. Data intelijen Polresta Jambi menunjukkan aksi kelompok tersebut kerap berlangsung pada waktu tertentu, terutama menjelang subuh.

BACA JUGA: Polda Jambi Gelar Upacara Hari Juang Polri, Kapolda: Jadikan Sejarah sebagai Pedoman Pengabdian

Kondisi itu menjadi dasar bagi Pemkot Jambi untuk meningkatkan pengawasan pada jam dan lokasi yang dianggap rawan.
“Geng motor ini kita lihat beraksinya di jam tertentu atau subuh sehingga kita akan meningkatkan jam rawan serta di titik rawan. Itu berdasarkan data intelijen Polresta Jambi,” tegas Maulana.

Artinya, operasi tidak lagi hanya dilakukan secara sporadis. Pemkot Jambi akan mengarahkan patroli berdasarkan pemetaan waktu dan titik rawan yang diperoleh dari aparat keamanan.

BACA JUGA: PT WKS Kerahkan Tim Darat dan Helikopter, Karhutla Sekumbung Padam dalam 2,5 Jam

Di sisi lain, Maulana menegaskan pemerintah tidak ingin menyamaratakan seluruh anak yang terlibat dalam kelompok geng motor.

Bagi anak yang hanya ikut-ikutan dan tidak terlibat tindak pidana, pendekatan pembinaan akan dikedepankan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah mengembalikan pola pembinaan di SPN Polda Jambi yang sebelumnya pernah diterapkan.

“Untuk anak-anak yang ikut-ikutan dalam geng motor dan tidak ada proses pidananya maka akan dilakukan pembinaan,” jelasnya.
“Itu pernah dulu kita lakukan pembinaan anak geng motor di SPN Polda Jambi, maka jika ada juga anak geng motor, kita akan melakukan hal yang sama,” imbuhnya.
Namun, Maulana memberi garis tegas. Pembinaan tidak boleh dimaknai sebagai jalan keluar bagi anak yang telah melakukan tindak pidana.


Berita Terkait



add images