iklan Wako Alfin Evaluasi Penataan Tanjung Bajure, Utamakan Pendekatan Humanis dan Solutif
Wako Alfin Evaluasi Penataan Tanjung Bajure, Utamakan Pendekatan Humanis dan Solutif

JAMBIUPDATE.CO, SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi tata kelola kawasan perdagangan. Melalui Tim Terpadu Penertiban dan Penataan Pedagang, Pemkot menggelar rapat evaluasi terkait penataan Pasar Tanjung Bajure dan pengelolaan parkir, Selasa (11/8), di Rumah Dinas Wali Kota.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, didampingi Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, serta dihadiri unsur tim terpadu yang terlibat dalam penataan kawasan pasar.

BACA JUGA: Hingga Siang ini ISPU Jambi Tembus 153, Wako Maulana Sudah Keluarkan SE PJJ untuk Siswa Kelas 1-2

Evaluasi ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menciptakan kawasan Pasar Tanjung Bajure yang lebih tertib, nyaman, dan berdaya saing. Selain sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, pasar ini juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kemudahan bagi pedagang maupun pengunjung.

Dalam pembahasan, sejumlah persoalan yang selama ini muncul di lapangan menjadi fokus utama, terutama terkait penataan parkir dan aktivitas pedagang yang kerap
menimbulkan kepadatan.

BACA JUGA: Polresta Jambi Amankan 150 Motor dalam Tiga Kali Penertiban, Konvoi dan Knalpot Brong Jadi Sasaran

Pemerintah menilai, kondisi tersebut perlu ditangani secara terintegrasi agar tidak mengganggu kelancaran aktivitas ekonomi.

Wali Kota Alfin menegaskan bahwa proses penataan tidak semata-mata mengedepankan penertiban, tetapi harus disertai pendekatan humanis. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan para pedagang dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kebijakan di lapangan.

“Penataan ini harus dilakukan dengan pendekatan yang bijak. Kita tidak hanya menertibkan, tetapi juga memberikan solusi yang bisa diterima oleh masyarakat,” ujar Alfin.

BACA JUGA: Hingga Siang ini ISPU Jambi Tembus 153, Siswa SD Kelas 1 dan 2 Belajar Dari Rumah

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan penataan pasar tidak hanya diukur dari keteraturan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kenyamanan dan kesejahteraan para pelaku usaha. Oleh karena itu, Pemkot berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog serta mencari formulasi terbaik yang menguntungkan semua pihak.

Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kawasan pasar yang tertib dan berkelanjutan. Dengan langkah ini, Pasar Tanjung Bajure diharapkan dapat berkembang menjadi pusat perdagangan yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal.

“Pemkot Sungai Penuh akan terus melakukan pembenahan secara bertahap, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat,” tutupnya.

Langkah evaluasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan tata kelola pasar yang lebih baik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Sungai Penuh. (Hdp)


Berita Terkait



add images