JAMBIUPDATE.CO, JAMBI — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa tim satuan tugas (satgas) saat ini tengah fokus memadamkan 8 hektare lahan yang terbakar di wilayah Jambi. Pernyataan ini disampaikan Suharyanto usai melaksanakan peninjauan udara menggunakan helikopter patroli di langit Jambi pada Rabu Siang (2/9/2026).
Suharyanto menjelaskan, berdasarkan data sehari sebelumnya, total luasan lahan yang terbakar di Jambi mencapai 13 hektare. Dari luasan tersebut, tim satgas telah berhasil memadamkan lahan seluas 5 hektare.
"Jadi hari ini sedang memadamkan 8 hektare. Mudah-mudahan, yang 8 hektare hari ini dipadamkan ini betul-betul padam dan tidak ada lagi titik api," ungkap Suharyanto.
BACA JUGA: Berubah! PJJ Kota Jambi Diperpanjang hingga 4 September, Kualitas Udara Fluktuasi
Meski demikian, Suharyanto menegaskan bahwa potensi penambahan lahan terbakar masih ada. Saat melakukan patroli udara bersama Menteri Kehutanan dan Gubernur Jambi, pihaknya masih menemukan satu titik api (firespot) baru, meskipun ukurannya terbilang kecil.
Untuk mengantisipasi meluasnya titik api, pemantauan dan patroli terus dilakukan secara real-time setiap harinya. Satgas memadukan informasi hotspot dari aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan dengan patroli darat untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi murni kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau sumber panas lainnya.
BACA JUGA: Gabungan Ormas Tuntut Kekerasan Terhadap Warga di PT. KIM Diusut Tuntas
Selain memantau dari udara, kehadiran BNPB di Jambi juga bertujuan untuk melakukan koordinasi dan inventarisasi masalah bersama Satgas Darat, Satgas Operasi Udara, dan tim Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Letjen TNI Suharyanto menilai langkah OMC sejauh ini sangat efektif dalam proses pemadaman, yang detail teknisnya turut dikawal oleh Menteri Kehutanan.
Kepala BNPB menegaskan bahwa peninjauan langsung dari pemerintah pusat ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi daerah.
"Artinya, dengan kunjungan-kunjungan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, ini juga kami memberikan semangat, memberikan bantuan agar Satgas Daerah, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, betul-betul bisa mengendalikan terjadinya karhutla di daerah masing-masing," pungkasnya. (aan/mg3)
