iklan Kabut Asap Makin Pekat Selimuti Kota Jambi, Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kabut Asap Makin Pekat Selimuti Kota Jambi, Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Jambi, Rabu (9/9/2026). Kondisi tersebut membuat udara di sejumlah wilayah kota semakin buruk dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

Pantauan pada Rabu siang menunjukkan kabut asap terlihat cukup pekat di sejumlah kawasan. Langit tampak berkabut dan jarak pandang ikut berkurang akibat konsentrasi asap yang menyelimuti udara.

BACA JUGA: Jangan Tanam Sawit di Lahan Gambut, Perkumpulan Hijau: Banyak Fenomena ini di Jambi

Kondisi ini terjadi seiring memburuknya kualitas udara Kota Jambi. Berdasarkan pantauan AQI US sekitar pukul 12.00 WIB, indeks kualitas udara Kota Jambi berada di angka 221, dengan PM2.5 mencapai 145,5 µg/m³.

Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

Dalam pemantauan kualitas udara sejumlah kota di Indonesia, Jambi bahkan berada di posisi kedua kota dengan kualitas udara terburuk pada saat pengukuran tersebut.

BACA JUGA: Motif Kematian Brigadir EWS Mulai Terungkap, Polda Jambi Sebut Perselisihan Masalah Pribadi

Memburuknya kondisi udara membuat masyarakat kembali diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, balita, lansia serta warga yang memiliki gangguan kesehatan pernapasan.

Kasus ISPA Terus Bertambah

Dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat juga mulai terlihat dari meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat 3.437 kasus ISPA sepanjang periode 24 Agustus hingga 4 September 2026.

Keluhan yang banyak dialami masyarakat antara lain batuk, pilek dan sakit tenggorokan. Kasus tersebut ditemukan hampir di seluruh puskesmas di Kota Jambi.

Selain ISPA, warga juga mengalami sejumlah keluhan lain seperti radang mata dan diare akut.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut asap masih berpotensi bertahan selama kualitas udara belum membaik.

BACA JUGA: Polda Jambi Peringati Haornas ke-43, Wakapolda Ajak Personel Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Gaya Hidup

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Penggunaan masker saat harus beraktivitas di luar rumah juga penting dilakukan sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan partikulat udara.

Sekolah Masih Jadi Perhatian

Kabut asap yang semakin pekat juga berdampak pada aktivitas pendidikan di Kota Jambi.

Pemerintah sebelumnya menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi dampak pencemaran udara terhadap kesehatan siswa.

Kebijakan PJJ terakhir berlaku hingga 9 September 2026. Dengan kondisi kualitas udara yang kembali berada pada kategori sangat tidak sehat, kelanjutan pembelajaran setelah tanggal tersebut menjadi perhatian.

Pemerintah perlu kembali mengevaluasi kondisi udara sebelum memutuskan apakah pembelajaran tatap muka dapat dilakukan atau PJJ harus diperpanjang.

Bagi masyarakat, memburuknya kualitas udara menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga langsung menyentuh kesehatan dan aktivitas sehari-hari. (hfz)


Berita Terkait



add images