iklan Gubernur Al Haris Hadiri Pembukaan MTQ Nasional 2026 di Semarang, Beri Dukungan Langsung untuk Kafilah Jambi
Gubernur Al Haris Hadiri Pembukaan MTQ Nasional 2026 di Semarang, Beri Dukungan Langsung untuk Kafilah Jambi

JAMBIUPDATE.CO, SEMARANG - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S. Sos, MH bersama Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (13/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Al Haris tampak mengunjungi Pemondokan para peserta MTQ Nasional 2026 asal Provinsi Jambi.

BACA JUGA: Tiga Pelaku Bobol Gerai Alfamart dengan Ditangkap, Satu Dihadiahi Timah Panas

Sebanyak 54 peserta dari Provinsi Jambi ambil bagian dalam ajang MTQ Nasional 2026. Mereka terbagi dalam tujuh cabang perlombaan, yakni Tilawah, Tahfizh Al-Qur'an, Tafsir Al-Qur'an, Fahmil Qur'an, Syarhil Qur'an, Khatth Al-Qur'an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an.

Untuk meningkatkan motivasi para peserta, Al Haris menyiapkan bonus bagi kafilah Jambi yang berhasil meraih prestasi pada ajang tingkat nasional tersebut.

BACA JUGA: Datangi Korban Kebakaran di Tanjung Raden, Warga: Pak Fasha Tak Pernah Lupa Dengan Kami

Tak tanggung-tanggung, besaran bonus akan dinaikkan pada tahun anggaran 2027. Juara pertama akan mendapatkan Rp100 juta, juara kedua Rp75 juta, dan juara ketiga Rp50 juta.

Kebijakan tersebut merupakan peningkatan dari bonus yang saat ini telah dianggarkan dalam APBD 2026. Untuk tahun ini, juara pertama mendapatkan Rp50 juta, juara kedua Rp40 juta, dan juara ketiga Rp30 juta.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengatakan MTQ Nasional 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat keterhubungan antara bacaan Al-Qur'an dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan, serta pengetahuan dengan keteladanan.

BACA JUGA: Kualitas Udara Belum Aman, PJJ Siswa Kelas 1–3 SD Diperpanjang

"MTQ ini diharapkan mampu menjadi momentum untuk menyambungkan kembali baac dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan, serta pengetahuan dengan tauladan," kata Menteri Agama.

Menteri Agama menekankan, tantangan para peserta MTQ tidak berhenti pada kemampuan menjadi qari, hafizh, mufasir maupun kaligrafer.

Lebih dari itu, para peserta diharapkan mampu menjadi pribadi yang menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah kehidupan masyarakat.

"Tantangan terbesar peserta MTQ bukan hanya menjadi Qori, Hafizh, muafasir, dan kaligrafer. Tetapi juga menjadi pribadi yang menghadirkan al quran di tengah masyarakat," ujarnya.


Berita Terkait



add images