JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Kabut asap kembali mengepung Kota Jambi. Kualitas udara yang sempat membaik setelah hujan kini kembali memburuk. Senin (14/9/2026) siang, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi melonjak hingga 195 dan masuk kategori tidak sehat pada pukul 14.00 Wib.
Kondisi ini mulai menjadi perhatian serius karena angka tersebut menunjukkan peningkatan pencemaran yang cukup signifikan hanya dalam hitungan jam. Parameter pencemar utama yang terpantau adalah PM2.5, partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Jarak pandang juga tampak berkurang. Asap diduga terbawa angin dari wilayah sekitar yang masih dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BACA JUGA: Datang ke Rumah Pinjam Uang, Pria di Jambi Malah Bawa Kabur Motor Korban
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, membenarkan memburuknya kualitas udara tersebut.
"Ya, kita pantau kualitas udara saat ini tidak sehat," kata Mahruzar saat dikonfirmasi, Senin (14/9).
Menurut Mahruzar, lonjakan ISPU sudah mulai terlihat sejak Minggu malam. Saat itu angka pencemaran berada di kisaran 130, kemudian terus meningkat hingga mencapai 195 pada Senin siang.
"Mulai tadi malam sudah meningkat. Dari sekitar 130, kemudian siang ini sudah mencapai 195," ujarnya.
Mahruzar mengatakan, meningkatnya pencemaran udara diduga kuat dipengaruhi asap karhutla dari sejumlah wilayah sekitar Kota Jambi.
"Ini akibat adanya kebakaran hutan dan lahan. Kemudian asapnya terbawa angin ke Kota Jambi," jelasnya.
BACA JUGA: Karhutla Kembali Terjadi di Batanghari, Tim Gabungan Padamkan Api di Kawasan PT REKI
Yang membuat kondisi semakin mengkhawatirkan, sejumlah wilayah di sekitar Kota Jambi disebut sudah mencapai level pencemaran yang lebih tinggi.
"Di berbagai wilayah sekitar Kota Jambi, ada yang sudah masuk garis hitam atau berbahaya. Kalau Kota Jambi saat ini masih kategori tidak sehat," katanya.
DLH pun meminta masyarakat tidak menganggap remeh kondisi tersebut. Warga, terutama kelompok rentan, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk.
Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dianjurkan untuk mengurangi paparan polutan.
"Kalau mau beraktivitas di luar, alangkah baiknya menggunakan masker," imbaunya.
Memburuknya kualitas udara tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Aktivitas pendidikan juga berpotensi terdampak apabila kondisi udara terus memburuk.
DLH Kota Jambi saat ini melakukan koordinasi dengan pimpinan daerah untuk menentukan langkah lanjutan. Kemungkinan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar turut menjadi pembahasan.
"Kami sedang koordinasi dengan pimpinan daerah terkait adanya peningkatan kualitas udara di Kota Jambi," kata Mahruzar.
Terkait PJJ, ia mengatakan koordinasi dengan pihak terkait juga sedang dilakukan.
"Untuk proses PJJ di sekolah, kami juga sedang koordinasi," pungkasnya.
Dengan ISPU yang sudah mendekati level 200, perkembangan kualitas udara Kota Jambi pada beberapa jam ke depan menjadi perhatian. Jika tren peningkatan berlanjut, bukan tidak mungkin aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar, kembali harus dibatasi demi melindungi kesehatan warga. (hfz)
