Keenam, pemerintah daerah perlu membuka akses pendanaan iklim melalui kemitraan dengan berbagai lembaga pendanaan sebagai alternatif pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ketujuh, pemerintah daerah didorong menciptakan iklim investasi hijau dengan menarik investasi pada proyek-proyek energi bersih berskala kecil dan menengah.
Bima menekankan, seluruh komitmen tersebut harus diturunkan menjadi aksi yang dapat diukur dan dievaluasi.
“Kami mengharapkan teman-teman kepala daerah untuk menurunkan melalui aksi-aksi yang terukur. Ada targetnya, ada indikatornya,” tegasnya.
Maulana Paparkan Program Aksi Iklim Kota Jambi
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan WWF. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Jambi untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan dan program pembangunan yang berorientasi pada lingkungan, efisiensi energi, dan keberlanjutan.
“Alhamdulillah, kita mendapat penghargaan dari WWF sebagai The Most Improved City. Ini tentu menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Jambi untuk terus meningkatkan dan mengembangkan program-program yang berkaitan dengan transisi energi dan aksi iklim,” ujar Maulana.
Dalam kesempatan itu, Maulana memaparkan sejumlah program yang tengah dan akan dikembangkan Pemkot Jambi. Salah satunya adalah kolaborasi dengan WWF dalam meningkatkan efisiensi energi di RSUD Haji Abdul Manap.
“Yang pertama, program yang berkolaborasi dengan WWF untuk pengurangan energi di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manap. Saat ini sudah mulai proses pendampingan dan penyusunan program,” jelasnya.
