JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi terus meluas. Hingga 13 September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi mencatat sebanyak 92 kejadian dengan total luasan lahan terdampak mencapai 556,61 hektare.
Karhutla tersebut tersebar di delapan kecamatan. Dari total luasan lahan yang terbakar, sekitar 447 hektare merupakan kawasan gambut. Sementara lahan mineral yang terdampak mencapai 109,61 hektare.
BACA JUGA: Kuasa Hukum PT SAS Peringatkan Anggota BPR Soal Penyebaran Informasi, Zulkifli: Belum Ada Info
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan data tersebut masih bersifat sementara. Jumlah kejadian maupun luasan lahan terdampak masih dapat berubah seiring proses pendataan dan verifikasi di lapangan.
“Data tersebut sudah termasuk penambahan kejadian di Jaluko 4 hektare dan Desa Sungai Aur seluas 30 hektare,” kata Anari.
BACA JUGA: Tak Lagi Tunggu Surat PJJ! Sekolah di Kota Jambi Kini Ikuti Angka ISPU, Ini Penjelasnnya
Menurutnya, sebaran karhutla yang telah mencakup delapan kecamatan membuat penanganan perlu dilakukan secara serius dan terkoordinasi. Pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi karhutla juga terus dilakukan untuk mengantisipasi api meluas.
“Status Karhutla di Muaro Jambi masih Tanggap Darurat Bencana,” tegasnya.
Anari menambahkan, data dan perkembangan karhutla akan terus diperbarui berdasarkan hasil penanganan serta pendataan terbaru di lapangan. Data tersebut menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
BACA JUGA: Izin Klub Malam Belum Lengkap, Satpol PP Jambi Pantau Rencana Pembukaan Andrews Party Mart
“Data ini masih sementara. Perkembangan kondisi di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” tandasnya. (wan)
